Mentan: Beredarnya Beras Fortifikasi Palsu Rugikan Rakyat Rp89 Triliun

Mentan: Beredarnya Beras Fortifikasi Palsu Rugikan Rakyat Rp89 Triliun
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengemukakan bahwa total kerugian konsumen akibat peredaran beras fortifikasi palsu diperkirakan menembus angka Rp 89 triliun.

"Ini Rp 89 triliun (kerugian), kami sudah hitung dengan cermat, 90 persen (beras fortifikasi) tidak sesuai standar," ucap Mentan Amran dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (15/9/2026).

Beras fortifikasi palsu yang diperjualbelikan di pasaran dibanderol pada rata-rata harga Rp 22.000 per kilogram (kg), bahkan sebagian di antaranya menyentuh angka Rp 57.000 per kg.

Padahal, nominal sewajarnya hanyalah berada di kisaran Rp 13.500 per kg.

Amran menerangkan, bilamana rata-rata harga jual beras fortifikasi dipatok sekitar Rp 22.000 per kg dari patokan Rp 13.500 per kg, maka produsen disinyalir meraup keuntungan dan mengelabuhi masyarakat hingga kisaran Rp 9.695 per kg.

Sementara itu, angka konsumsi nasional atas beras fortifikasi mencatatkan proporsi hingga 30 persen atau setara 9,2 juta ton per tahunnya.

Walhasil, apabila nilai Rp 9.695 dikalkulasikan dengan volume 9,2 juta ton, maka besaran kerugian yang ditanggung konsumen diproyeksikan mencapai Rp 89 triliun dalam kurun satu tahun.

Guna mengantisipasi hal itu, pemerintah terus berupaya mengusut tuntas kasus beras fortifikasi supaya masyarakat tidak terus-menerus dirugikan.

Amran turut menggandeng Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri untuk menindaklanjuti dugaan praktik penipuan beras fortifikasi palsu tersebut.

Sebagai informasi, maraknya kasus beras fortifikasi ini terkuak sewaktu Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggelar sidak serta mengambil sampel beras fortifikasi atau beras khusus yang diklaim mengandung gizi tambahan berupa vitamin dan mineral pada April 2026 lalu.

Pihak Bapanas lantas menguji 27 merek beras dengan klaim tambahan gizi di laboratorium, dan mendapati bahwasanya 25 merek di antaranya justru tidak memenuhi ambang batas standar.

Adapun 25 merek beras fortifikasi palsu yang dibeberkan oleh pemerintah mencakup Idola Fortifikasi, Idola High Quality Whole Grain Rice, Idola Long Grain Rice, Ikan Mas Cupang, AAA Wijaya Kusuma, Cantik Manis, Penari Bangkok, Topi Koki Short Grain, Topi Koki Setra Royale, dan Topi Koki Long Grain Crysta.

Selanjutnya yaitu HOK-1 Gohan, Maknyuss Pulen Gizi, Anak Raja Fortifikasi, Anak Raja Nusantara, Top Anak Raja, PMS Induk Ayam, Sumo, Rasvit, FS Nutri Rice, Pelikan, Rice Rojolele, Super Kepala Beras Premium 111, 111 Golden Number, Putri Koki, serta Wellfarm Beras Diabet.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index