NARASIINDONESIA.ID — Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mencatat 15 peristiwa kebakaran di kedua wilayah itu sepanjang 1-15 September 2026. Sebanyak 11 dari 15 kejadian tersebut berkaitan dengan alang-alang dan tumpukan sampah, menandakan kebakaran lahan terbuka masih mendominasi selama musim kemarau.
Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Gatot Sulaeman menyatakan pihaknya terus memantau titik-titik rawan di wilayah tersebut. Angka 15 kejadian itu tercatat sejak awal September hingga pertengahan bulan.
"Kami mencatat sejak tanggal 1-15 September 2026, tercatat 15 peristiwa kebakaran," kata Gatot di Jakarta, Rabu.
Alang-alang dan Sampah Jadi Pemicu Utama
Dari 15 kejadian, 11 di antaranya terjadi di area terbuka yang ditumbuhi alang-alang atau dipenuhi tumpukan sampah. Gatot menilai kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama warga.
"Ini harus juga menjadi perhatian bersama," ujarnya.
Perbandingan data bulanan menunjukkan pola yang berubah. Pada Agustus 2026 tercatat 14 peristiwa kebakaran, dengan tujuh di antaranya melibatkan alang-alang dan sampah. Sementara pada Juli 2026, jumlahnya melonjak menjadi 36 kebakaran, termasuk 17 kejadian yang berkaitan dengan alang-alang dan sampah.
Gatot menjelaskan lonjakan itu berkaitan dengan periode kemarau yang membuat material kering lebih mudah terbakar dibandingkan enam bulan sebelumnya. Pada Januari hingga Juni 2026, dari 99 peristiwa kebakaran, hanya 10 kejadian yang berkaitan dengan alang-alang dan sampah.
65 Kebakaran dalam Dua Setengah Bulan
Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Budi Haryono menambahkan, dalam periode 1 Juli hingga 15 September 2026 tercatat 65 peristiwa kebakaran di kedua wilayah itu. Sebanyak 35 kejadian di antaranya terjadi di lokasi terbuka berupa alang-alang dan tumpukan sampah.
"Kami mencatat dalam periode 1 Juli hingga 15 September 2026 tercatat sebanyak 65 peristiwa kebakaran di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu," kata Budi.
Budi menegaskan kelalaian membuang puntung rokok dan kebiasaan membakar sampah menjadi dua hal yang perlu diwaspadai, terutama di area yang dipenuhi material kering dan mudah terbakar.
"Musim kemarau membuat material mudah terbakar. Kami minta warga tidak membuang puntung rokok yang masih menyala dengan sembarangan dan tidak membakar sampah," pungkasnya.
Imbauan Warga Selama Musim Kemarau
Sudin Gulkarmat mengajak masyarakat tidak membakar sampah, membuang puntung rokok pada tempatnya, serta memastikan sumber api benar-benar padam setelah digunakan. Warga juga diminta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.
"Jangan meninggalkan sumber api tanpa pengawasan. Jika melihat kebakaran, segera laporkan agar petugas dapat bertindak cepat," tegas Gatot.
Laporan cepat dari warga dinilai krusial mengingat karakter kebakaran lahan terbuka yang bisa menyebar dengan cepat saat angin kencang dan cuaca panas. Petugas berharap kewaspadaan warga meningkat sepanjang sisa musim kemarau.