NARASIINDONESIA.ID — Pangkalan TNI AL Banjarmasin memasang pelampung dan rambu suar di lokasi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Penanda itu dikirim melalui Kapal TB Hasnur pada malam keempat operasi SAR, setelah koordinasi dengan Komandan Puskopaska Koarmada II. Tujuannya agar bangkai kapal terlihat kapal lain yang melintas, baik siang maupun malam.
Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra menyatakan penanda itu dikirim melalui Kapal TB Hasnur. Kapal tersebut datang membawa barang bukti sebelum pelampung dan rambu suar dipasang di lokasi bangkai kapal.
Koordinasi dengan Pengendali Laut
Galih menjelaskan pemasangan penanda dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan Komandan Puskopaska Koarmada II selaku pengendali di wilayah kecelakaan. Koordinasi berlangsung pada Selasa malam.
"Memang tadi malam kami berkoordinasi dengan Komandan Puskopaska Koarmada 2 selaku pengendali di laut untuk pelampung dan rambu suar. Tadi malam kita kirimkan melalui Kapal TB Hasnur," kata Galih dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu malam.
Mencegah Kapal Lain Menabrak Bangkai
Menurut Galih, penanda tersebut berfungsi ganda. Pelampung dan rambu suar dapat terlihat pada malam maupun siang hari ketika kapal melintas di sekitar titik tenggelam.
"Pemasangan pelampung dan rambu suar bertujuan memberikan tanda yang dapat terlihat pada malam maupun siang hari ketika kapal melintas di sekitar titik tenggelamnya KM Virgo Transport 8, sehingga mencegah kapal lain menabrak bangkai kapal yang telah tenggelam," ujarnya.
Dia memastikan penanda itu terlihat saat ada kapal lewat, baik malam maupun siang. Dengan begitu, kapal yang melintas tidak menabrak bangkai kapal yang telah tenggelam.
114 Korban Ditemukan, 129 Masih Hilang
KM Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang ketika berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin sejak 12 September 2026. Kapal dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak sebelum ditemukan terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada 13 September 2026 pukul 01.00 WIB.
Hingga Rabu pukul 22.00 Wita, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengonfirmasi 114 korban telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.
Dari total 243 orang dalam manifes, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan. Operasi SAR hari keempat masih berlangsung di sekitar lokasi tenggelam.