NARASIINDONESIA.ID — Harga tiket termurah konser Ed Sheeran di Philadelphia turun sekitar 24 persen, dari USD 126 menjadi USD 96, setelah Macklemore dikeluarkan dari rangkaian tur Amerika Serikat. Penurunan terjadi di pasar sekunder menyusul gelombang permintaan pengembalian dana dari penonton yang membeli tiket saat rapper tersebut masih tercantum sebagai artis pembuka.
Macklemore mengumumkan pada 14 September 2026 bahwa dirinya tidak lagi menjadi bagian dari sisa tur Amerika Serikat Ed Sheeran. Keputusan itu memicu reaksi berantai, mulai dari mundurnya sejumlah artis pembuka lain hingga gejolak di pasar tiket konser.
Keduanya bukan nama baru dalam industri musik. Macklemore dan Sheeran berteman bertahun-tahun dan pernah berkolaborasi lewat lagu "Growing Up" pada 2015.
Dukungan untuk Palestina di Panggung MetLife
Saat tampil di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 dan 5 September 2026, Macklemore menyerukan "Free Palestine" dan membawakan lagu "Hind's Hall". Dia juga menyampaikan dukungan bagi warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
Pernyataan itu mendapat dukungan sebagian penonton, tetapi memicu kritik kelompok pro-Israel dan sebagian penonton Yahudi. Kritik berkembang menjadi desakan agar Macklemore tidak lagi tampil di tur Sheeran.
Macklemore memang dikenal vokal soal isu Palestina. Pada 2024, dia merilis "Hind's Hall" sebagai bentuk dukungan terhadap aksi mahasiswa yang memprotes perang di Gaza. Judul lagu itu merujuk pada gedung Columbia University yang dipakai mahasiswa dalam aksi pro-Palestina.
Dua Versi Soal Penyebab Pencoretan
Menurut Macklemore, sejumlah pemilik stadion menolak menjadi tuan rumah konser apabila dirinya masih menjadi artis pembuka. Dia menyebut pemilik New England Patriots sekaligus Gillette Stadium, Robert Kraft, sebagai salah satu pihak yang menekan agar dirinya dikeluarkan.
Kraft menyatakan Macklemore dicoret karena riwayat pernyataan dan materi yang menurutnya mengandung retorika antisemitisme. Kraft juga menegaskan komitmennya memerangi antisemitisme.
Macklemore membantah tuduhan itu. Dia menyatakan dukungannya terhadap Palestina merupakan bagian dari seruan agar hak dan martabat manusia dihormati.
Sheeran memberi penjelasan berbeda. Dia mengatakan keputusan mengeluarkan Macklemore bukan berasal darinya, melainkan dari promotor tur setelah muncul persoalan dengan sejumlah venue.
"Saya berbicara dengan pihak venue untuk mencari jalan keluar dan menjembatani perbedaan," kata Sheeran, seraya menyatakan sedih melihat situasi tersebut berkembang.
Sheeran memilih tidak menjadikan panggung konser sebagai tempat menyampaikan pandangan politiknya, meski persoalan Israel-Palestina telah menjadi isu besar di industri hiburan.
Artis Pembuka Lain Ikut Mundur
Sejumlah artis yang sebelumnya dijadwalkan tampil dalam tur Sheeran memilih mundur. Mereka adalah Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan grup asal Irlandia Beoga.
Mereka menyatakan solidaritas terhadap Macklemore dan mempersoalkan keputusan mengeluarkannya dari tur. Macklemore sendiri menyatakan akan mendonasikan pendapatan sebesar USD 1 juta dari keterlibatannya dalam tur tersebut untuk organisasi yang membantu masyarakat Palestina.
Permintaan Refund dan Penurunan Harga Tiket
Sejumlah penonton yang membeli tiket saat Macklemore masih tercantum sebagai artis pembuka meminta pengembalian dana setelah rapper itu dicoret. Namun, perubahan pengisi acara tidak otomatis membuat pembeli berhak mendapat refund.
Ticketmaster menyatakan kebijakan pengembalian dana berada di tangan penyelenggara acara. Di pasar sekunder, harga tiket dilaporkan turun.
Mengutip data TicketData, harga tiket termurah untuk konser Ed Sheeran di Philadelphia turun sekitar 24 persen, dari USD 126 menjadi USD 96 setelah kontroversi mencuat.
Kontroversi ini tidak lagi hanya menyangkut dua musisi. Persoalan tersebut berkembang menjadi perdebatan mengenai kebebasan berekspresi, posisi artis terhadap perang di Gaza, serta sejauh mana promotor dan pemilik venue dapat menentukan siapa yang tampil dalam sebuah konser.