Prabowo sebut Giant Sea Wall Vital bagi Ekonomi di Pantura Jawa

Prabowo sebut Giant Sea Wall Vital bagi Ekonomi di Pantura Jawa
Presiden Prabowo Subianto [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan giant sea wall atau tanggul laut di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa tergolong proyek strategis yang krusial. Sebab, wilayah Pantura Jawa menyimpan konsentrasi industri serta aktivitas ekonomi yang tinggi sehingga infrastruktur ini bakal memproteksi masyarakat sekaligus menjaga denyut ekonomi nasional.

“Sangat vital karena di Pantai Utara Jawa itu banyak sekali industri kami di situ. Jadi, tanggul pantai, tanggul laut, breakwater,” kata Prabowo, dalam program Presiden Prabowo Menjawab, dikutip Jumat (16/9/2026).

Menurut Prabowo, giant sea wall akan terbentang dari Tangerang hingga ke Jawa Timur. Proyek ini diproyeksikan memberikan perlindungan bagi kurang lebih 50 juta jiwa penduduk.

Bahkan, menurut pandangannya, pembangunan infrastruktur tersebut juga dinilai sanggup mengamankan 38 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

“Pembangunan giant sea wall akan melindungi 50 juta rakyat kami dan juga mengamankan 38 persen PDB Indonesia,” ucap dia.

Ia membeberkan, kawasan Pantura Jawa memuat 70 kawasan industri beserta lima kawasan ekonomi. Di samping itu, area tersebut merupakan elemen vital dari poros logistik nasional.

Ke depannya, proyek giant sea wall direncanakan membentang sepanjang kurang lebih 575 kilometer. Prabowo mengungkapkan, pengerjaan konstruksi ditargetkan dapat dimulai pada awal 2027.

Prosedur pembangunannya turut dipecah ke dalam 15 segmen.

“Sudah ada yang berminat dan sudah ada yang mau finance (mendanai) juga. Jadi, ini salah satu proyek strategis yang harus kami jalankan,” ungkap dia.

Prabowo mengutarakan, proyek garapan giant sea wall ini berorientasi jangka panjang. Menurutnya, tiap-tiap wilayah bakal memiliki durasi pengerjaan yang tidak sama.

Ia memprediksikan keseluruhan proses pembangunan memakan durasi hingga kisaran 20 tahun atau terbilang paling cepat 10 sampai 15 tahun.

“Program ini tidak cepat. Jakarta saja mungkin delapan tahun, kami perkirakan. Semarang mungkin lebih cepat,” kata dia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index