JAKARTA - Akhir pekan ini, dunia perfilman Amerika Utara menyaksikan perubahan dramatis di puncak box office. Setelah lima minggu berturut-turut mendominasi, film epik Avatar: Fire and Ash akhirnya harus turun satu peringkat.
Posisi puncak kini direbut oleh thriller fiksi ilmiah terbaru Mercy, produksi Amazon MGM Studios, yang berhasil meraih perhatian penonton sekaligus menghasilkan pendapatan impresif di pembukaannya.
Keberhasilan Mercy menandai momentum baru bagi industri perfilman, terutama untuk film fiksi ilmiah yang menekankan ketegangan psikologis dan teknologi masa depan.
Chris Pratt yang memerankan detektif dalam cerita ini membawa penonton menyelami dunia gelap di mana manusia dan sistem AI bertabrakan dalam konflik moral dan hukum.
Film Mercy Raih Puncak Box Office
Mercy menembus posisi puncak dengan pendapatan sebesar 11,2 juta dolar AS (sekitar Rp177 miliar) pada akhir pekan pembukaannya. Film ini sukses menggeser Avatar: Fire and Ash yang harus puas di posisi kedua meski tetap mencatatkan angka pendapatan yang luar biasa.
James Cameron kembali menunjukkan dominasi epik visualnya, namun momentum penonton kini teralihkan oleh ketegangan thriller yang dibawa Mercy.
Dalam film ini, Chris Pratt berperan sebagai seorang detektif yang mendapati dirinya terjebak dalam tuduhan pembunuhan terhadap istrinya sendiri.
Ironisnya, ia harus menghadapi sistem hakim berbasis kecerdasan buatan yang canggih, teknologi yang sebelumnya justru ia dukung. Premis ini menghadirkan ketegangan psikologis sekaligus pertanyaan moral yang relevan dengan perkembangan teknologi di dunia nyata.
Reaksi Kritikus dan Penonton
Meskipun sukses secara komersial, Mercy mendapatkan reaksi beragam dari kritikus. Situs Rotten Tomatoes mencatat skor hanya 20 persen, menunjukkan bahwa kritik profesional belum sepenuhnya memuji film ini.
Di sisi lain, penonton memberikan nilai B- melalui survei CinemaScore, menandakan bahwa film ini cukup diterima oleh audiens meski dengan catatan tertentu.
Reaksi campuran ini mencerminkan dilema film fiksi ilmiah modern yang menekankan konsep futuristik dan narasi kompleks. Penonton mengapresiasi ketegangan dan akting Chris Pratt, namun beberapa kritik menyoroti alur cerita yang terlalu rumit dan kurang konsisten.
Persaingan di Puncak Box Office
Meski Mercy menempati posisi puncak, Avatar: Fire and Ash tetap menunjukkan performa luar biasa. Film ketiga dari waralaba ini menambah pendapatan sebesar 7 juta dolar AS pada akhir pekan keenam.
Total pendapatan globalnya kini mencapai sekitar 1,38 miliar dolar AS (sekitar Rp21,7 triliun), menegaskan posisi Avatar sebagai salah satu waralaba film paling sukses sepanjang masa.
Melengkapi posisi tiga besar, film animasi komedi Zootopia 2 dari Disney masih menunjukkan taringnya. Meski memasuki pekan kesembilan penayangan, film ini menambahkan pendapatan 5,7 juta dolar AS.
Petualangan Judy Hopps dan Nick Wilde secara total telah mengumpulkan 401,4 juta dolar AS domestik di Amerika Utara, membuktikan ketahanan franchise animasi di tengah persaingan film live-action dan fiksi ilmiah.
Tren Box Office dan Dampaknya
Perpindahan puncak dari Avatar ke Mercy menandakan tren yang menarik: penonton kini semakin tertarik pada cerita yang menggabungkan ketegangan psikologis dan konsep futuristik. Film thriller fiksi ilmiah mampu menyaingi film epik visual yang biasanya mendominasi box office.
Fenomena ini juga menunjukkan pentingnya strategi pemasaran dan hype penonton. Amazon MGM Studios berhasil menarik perhatian publik dengan trailer yang menekankan konflik moral, teknologi AI, dan ketegangan pribadi tokoh utama.
Sementara itu, penonton masih menghargai kualitas visual dan narasi epik yang ditawarkan Avatar, tetapi mereka mencari pengalaman baru yang berbeda dari film blockbuster tradisional.
Kesuksesan Mercy juga memengaruhi pergerakan studio lain, yang kini mungkin mempertimbangkan untuk mengembangkan proyek-proyek fiksi ilmiah dengan elemen thriller.
Di sisi lain, waralaba established seperti Avatar tetap menjadi tolok ukur dalam hal pendapatan dan konsistensi penonton, menegaskan bahwa kombinasi efek visual spektakuler dan cerita emosional tetap menarik bagi audiens global.
Secara keseluruhan, akhir pekan ini membuktikan bahwa box office Amerika Utara terus bergerak dinamis. Pergeseran posisi puncak dari Avatar: Fire and Ash ke Mercy menandakan adanya peluang baru bagi genre film fiksi ilmiah, sekaligus memperkuat posisi film animasi komedi yang telah matang di pasar.
Persaingan ini akan semakin menarik di pekan-pekan berikutnya, menantikan apakah Mercy mampu mempertahankan momentum atau film-film lain akan merebut posisi atas.