Harga Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Turun Hari Ini

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:50:10 WIB
Harga Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Turun Hari Ini

JAKARTA - Beberapa komoditas pangan utama di Indonesia mengalami perubahan harga pada Kamis pagi, dengan penurunan signifikan pada harga cabai rawit merah, bawang merah, hingga telur ayam. 

Berdasarkan informasi dari Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga rata-rata sejumlah komoditas menunjukkan penurunan, meskipun ada juga beberapa yang mengalami kenaikan.

Menurut data yang diakses pada pukul 8.46 WIB, harga bawang merah terpantau turun menjadi Rp38.651 per kilogram (kg), mengalami penurunan sekitar Rp2.376 jika dibandingkan dengan hari sebelumnya. 

Selain bawang merah, bawang putih bonggol juga turun menjadi Rp37.964 per kg, diikuti oleh cabai merah keriting yang kini dibanderol seharga Rp33.635 per kg.

Khusus untuk cabai rawit merah, harga rata-rata di pasar tercatat sebesar Rp51.575 per kg. Meskipun harga cabai rawit merah ini masih relatif tinggi, harga tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya.

Dampak Penurunan Harga Pangan Terhadap Konsumen

Penurunan harga pada beberapa komoditas pangan ini tentunya memberikan dampak positif bagi konsumen, terutama dalam hal pengeluaran rumah tangga. 

Harga cabai rawit yang sebelumnya cenderung melonjak, kini mengalami sedikit penurunan, sehingga dapat sedikit mengurangi beban biaya dapur bagi sebagian besar masyarakat.

Telur ayam ras yang biasanya menjadi salah satu bahan pokok sehari-hari juga mengalami penurunan harga, tercatat seharga Rp30.281 per kg. 

Penurunan harga telur ayam ras ini disambut baik oleh banyak konsumen, terutama yang mengandalkan telur sebagai bahan makanan utama dalam menu harian.

Perubahan Harga Beras dan Minyak Goreng

Meski beberapa komoditas mengalami penurunan harga, tidak semua barang pokok mengalami hal serupa. Sebagai contoh, harga beras premium dan beras medium tercatat stabil, dengan harga rata-rata nasional untuk beras premium di angka Rp15.396 per kg, sedangkan beras medium diperdagangkan seharga Rp13.185 per kg. Harga beras SPHP, yang biasa digunakan untuk stabilisasi pasokan pangan, tercatat di angka Rp12.408 per kg.

Di sisi lain, harga minyak goreng curah dan kemasan juga mengalami sedikit perubahan. Minyak goreng curah tercatat seharga Rp17.535 per liter, sementara harga minyak goreng kemasan sedikit lebih tinggi di Rp20.605 per liter. Minyak goreng dengan merek MinyaKita tercatat di harga Rp17.310 per liter.

Kenaikan Harga Beberapa Komoditas Lainnya

Namun, tidak semua komoditas menunjukkan penurunan harga. Beberapa bahan pangan lainnya mengalami kenaikan, seperti ikan kembung yang kini dipasarkan dengan harga Rp44.701 per kg. 

Ikan tongkol juga mengalami peningkatan harga menjadi Rp36.288 per kg, sedangkan ikan bandeng dijual dengan harga Rp34.998 per kg. Kenaikan harga ikan ini turut mempengaruhi sektor perikanan dan konsumsi bahan pangan laut di pasar domestik.

Selain itu, harga daging sapi murni mengalami kenaikan yang cukup signifikan, tercatat seharga Rp135.540 per kg. Peningkatan harga daging sapi ini mungkin akan berdampak pada pola konsumsi masyarakat yang mulai beralih ke sumber protein lain, seperti ikan dan ayam.

Faktor yang Mempengaruhi Fluktuasi Harga Pangan

Perubahan harga pangan sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk cuaca, kebijakan pemerintah, serta dinamika pasar internasional. 

Misalnya, harga cabai dan bawang dapat dipengaruhi oleh hasil panen yang dipengaruhi cuaca buruk atau kekeringan. Begitu pula dengan harga daging, yang seringkali berfluktuasi akibat pasokan yang terbatas atau kebutuhan konsumsi yang meningkat.

Sementara itu, harga minyak goreng dan beras juga sangat bergantung pada kebijakan pemerintah terkait impor, distribusi, dan stabilisasi harga pangan. Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional dan instansi terkait lainnya terus berupaya menjaga kestabilan harga agar tidak membebani masyarakat, terutama pada komoditas pangan pokok.

Terkini