Danamart Luncurkan Pembiayaan Komoditas Berbasis Asset Backed Securities

Jumat, 30 Januari 2026 | 13:43:36 WIB
Danamart Luncurkan Pembiayaan Komoditas Berbasis Asset Backed Securities

JAKARTA - Dalam upaya menghadirkan alternatif investasi yang lebih dekat dengan sektor riil, PT Dana Agunan Nusantara (Danamart) berkolaborasi dengan PT Kliring Berjangka Indonesia untuk meluncurkan produk pembiayaan berbasis komoditas dengan skema asset backed securities (ABS). 

Inovasi ini menjadi langkah baru dalam menghubungkan pasar modal dengan pasar komoditas riil, dengan fokus awal pada produk perkebunan, seperti kopi, yang memiliki permintaan stabil. 

Pembiayaan berbasis komoditas ini menawarkan keunggulan karena menggunakan aset fisik yang tercatat resmi, disimpan di gudang yang terverifikasi, serta diawasi oleh otoritas terkait.

Skema Pembiayaan Berbasis Komoditas dan Keuntungannya

Dengan skema asset backed securities yang diluncurkan oleh Danamart, investor akan berkesempatan berinvestasi pada komoditas riil yang terverifikasi dan memiliki resi resmi. 

Ini berbeda dengan instrumen finansial tradisional, di mana nilai investasi tidak selalu berkaitan langsung dengan aset fisik yang dapat dilihat dan diverifikasi. 

Dalam hal ini, komoditas yang menjadi underlying aset tercatat resmi dan disimpan di gudang yang telah terverifikasi, memberikan jaminan bagi para investor mengenai kelayakan dan keamanan aset yang mereka beli.

CEO Danamart, Patrick Gunadi, menjelaskan bahwa skema ini tidak hanya memberikan alternatif investasi yang lebih jelas dan terverifikasi, tetapi juga menjadi sebuah jembatan yang menghubungkan pasar modal dengan sektor riil. 

"Investor berinvestasi pada aset komoditas riil yang terverifikasi, bukan sekadar instrumen finansial," ungkap Patrick.

Dengan demikian, investor mendapatkan kesempatan untuk berinvestasi dalam komoditas yang memiliki nilai pasar riil dan permintaan yang jelas.

Keamanan dan Pengawasan OJK serta Bappebti

Sebagai bagian dari upaya untuk memastikan keamanan bagi investor, produk ini akan berada di bawah pengawasan dua lembaga otoritas. 

Pertama, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengawasi instrumen investasi ini dari sisi regulasi pasar modal, sementara Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) akan memantau pengelolaan dan penyimpanan komoditas melalui resi gudang. 

Dengan adanya pengawasan ini, diharapkan investor merasa lebih tenang karena transparansi dan regulasi yang jelas akan mengurangi potensi risiko dalam berinvestasi.

Tidak hanya itu, pembiayaan berbasis komoditas ini juga menawarkan likuiditas yang cukup tinggi. Jika terjadi gagal bayar oleh penerbit, aset yang dijadikan jaminan dalam transaksi ini dapat langsung dicairkan. Hal ini memberikan potensi untuk meminimalisir kerugian yang dapat diterima oleh investor dalam kondisi pasar yang tidak menentu. 

Di sisi lain, perusahaan yang terlibat dalam proyek ini juga telah memastikan adanya off-taker atau pembeli untuk komoditas yang dibiayai, sehingga pasar untuk produk tersebut sudah terjamin.

Komoditas Perkebunan Sebagai Fokus Awal Pembiayaan

Pada tahap awal peluncuran produk ini, Danamart memilih untuk memfokuskan pembiayaan pada komoditas perkebunan, khususnya kopi. 

Patrick Gunadi mengungkapkan bahwa pihaknya sudah cukup familier dengan komoditas kopi, serta telah menjalin komunikasi dengan issuer yang menjamin permintaan yang stabil dan jelas untuk komoditas tersebut. Hal ini memungkinkan Danamart untuk mengurangi risiko yang biasanya terkait dengan fluktuasi permintaan dan harga komoditas.

Selain itu, faktor jangka waktu pembiayaan yang relatif pendek sekitar 2 hingga 3 bulan diharapkan dapat memitigasi potensi risiko jangka panjang, dengan potensi imbal hasil yang cukup menarik, sekitar 20%. 

Dengan tenor yang singkat dan imbal hasil yang kompetitif, instrumen investasi ini diharapkan dapat menarik minat investor yang mencari peluang dengan risiko yang lebih terkontrol.

Meningkatkan Akses Global dengan ISIN

Sebagai bagian dari strategi untuk memperluas jangkauan investor, Danamart juga memastikan bahwa produk pembiayaan ini dapat diakses oleh investor global. 

Salah satu caranya adalah dengan memberikan kode International Securities Identification Number (ISIN) pada setiap instrumen investasi yang dikeluarkan. 

Dengan adanya ISIN, produk ini dapat lebih mudah diperdagangkan di pasar internasional dan diakui oleh investor global. Hal ini membuka peluang untuk mendatangkan lebih banyak modal asing yang dapat berkontribusi pada pengembangan sektor komoditas Indonesia.

Langkah ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi investor lokal, tetapi juga bagi investor asing yang ingin berpartisipasi dalam pasar komoditas Indonesia, yang dikenal memiliki potensi besar. 

Produk yang berada dalam ekosistem pasar modal ini menjadi lebih transparan dan mudah diakses, sehingga menarik minat lebih banyak pihak untuk berinvestasi.

Inovasi Pembiayaan untuk Mendukung Sektor Riil

Dengan hadirnya produk pembiayaan komoditas berbasis asset backed securities ini, Danamart berusaha mengisi celah yang ada dalam sistem investasi di Indonesia. 

Produk ini tidak hanya memberikan alternatif bagi para investor untuk mendapatkan imbal hasil yang menarik, tetapi juga memberi dukungan langsung kepada sektor riil, dalam hal ini sektor perkebunan, yang merupakan salah satu sektor utama dalam perekonomian Indonesia.

Pada akhirnya, skema pembiayaan berbasis komoditas ini diharapkan dapat menciptakan sebuah ekosistem investasi yang lebih inklusif dan menguntungkan bagi semua pihak. 

Dengan adanya instrumen investasi yang transparan, aman, dan memiliki permintaan pasar yang jelas, Danamart berharap dapat membuka peluang baru bagi investor, sambil memberikan kontribusi nyata pada pengembangan sektor-sektor komoditas strategis Indonesia.

Terkini