Pendapatan Paradise Indonesia Naik Tajam Didukung Ekspansi Properti Strategis

Rabu, 25 Maret 2026 | 18:29:11 WIB
Pendapatan Paradise Indonesia Naik Tajam Didukung Ekspansi Properti Strategis

JAKARTA - Industri properti dan perhotelan nasional terus menunjukkan dinamika yang menarik di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan. 

Beberapa perusahaan bahkan mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis dengan memaksimalkan strategi pengembangan proyek serta memperkuat struktur keuangan. Salah satu emiten yang mencatatkan kinerja positif tersebut adalah PT Indonesian Paradise Property Tbk atau Paradise Indonesia.

Perusahaan ini berhasil mencatatkan peningkatan kinerja keuangan sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan tersebut terlihat dari kenaikan pendapatan bersih yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. 

Selain itu, posisi kas perusahaan juga mengalami peningkatan yang cukup tajam, menunjukkan likuiditas yang semakin kuat untuk mendukung rencana ekspansi bisnis di masa depan.

Kinerja positif ini tidak terlepas dari kontribusi sejumlah proyek yang mulai beroperasi maupun proses serah terima properti yang berjalan sepanjang tahun.

 Dengan kombinasi berbagai sumber pendapatan, perusahaan mampu menjaga stabilitas pertumbuhan sekaligus memperkuat fondasi bisnisnya.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, PT Indonesian Paradise Property Tbk mencatat kenaikan pendapatan bersih sebesar 32,9% secara tahunan (YoY) menjadi Rp1,74 triliun pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan yang cukup kuat dibandingkan periode sebelumnya.

Pertumbuhan Pendapatan Didukung Proyek Properti Dan Komersial

Peningkatan pendapatan perusahaan terutama didorong oleh beberapa proyek yang memberikan kontribusi signifikan sepanjang tahun 2025. 

Salah satu faktor utama adalah berlanjutnya proses handover apartemen Antasari Place yang memberikan tambahan pemasukan dari segmen penjualan properti.

Selain itu, kontribusi juga datang dari perluasan pusat perbelanjaan 23 Paskal Shopping Center yang mulai beroperasi pada pertengahan 2025. 

Kehadiran fasilitas komersial baru ini memberikan tambahan pendapatan sekaligus memperkuat portofolio bisnis perusahaan pada sektor retail.

Perusahaan juga meluncurkan Citadines pada September 2025 yang turut memberikan dampak positif terhadap pendapatan berulang atau recurring income. Kehadiran proyek ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas pendapatan perusahaan dalam jangka panjang.

Jika dilihat dari struktur pendapatan, segmen perhotelan menjadi penyumbang terbesar terhadap total pendapatan perusahaan. Sektor ini memberikan kontribusi sebesar 36% dari keseluruhan pendapatan.

Sementara itu, segmen komersial menyumbang sekitar 34% terhadap total pendapatan. Adapun penjualan properti memberikan kontribusi sebesar 30% terhadap pendapatan perusahaan.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan memiliki sumber pendapatan yang cukup beragam sehingga mampu menjaga stabilitas bisnis di tengah perubahan kondisi pasar.

Likuiditas Perusahaan Menguat Seiring Lonjakan Posisi Kas

Selain mencatat pertumbuhan pendapatan, perusahaan juga berhasil memperkuat kondisi likuiditasnya. Hal ini terlihat dari peningkatan signifikan pada posisi kas dan setara kas perusahaan sepanjang tahun 2025.

Meskipun laba bersih perusahaan terdampak oleh penyesuaian non-kas, kondisi keuangan secara keseluruhan tetap terjaga dengan baik. Manajemen perusahaan bahkan berhasil melipatgandakan cadangan kas sebagai persiapan untuk mendukung fase pertumbuhan berikutnya.

Presiden Direktur sekaligus CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, menyampaikan bahwa perusahaan bersyukur dapat mempertahankan tren pertumbuhan selama beberapa tahun terakhir.

"Kami bersyukur dapat mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang konsisten selama lima tahun berturut-turut sambil melipatgandakan cadangan kas, INPP kini siap tumbuh secara konservatif di tengah situasi yang penuh tantangan ini. Kami sangat siap mengakselerasi proyek-proyek ikonik baru demi nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Anthony.

Per 31 Desember 2025, kas dan setara kas Paradise Indonesia tercatat meningkat sebesar 113,3% menjadi Rp771,39 miliar. Lonjakan ini mencerminkan penguatan likuiditas perusahaan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan kas tersebut didukung oleh berbagai aksi korporasi strategis yang dilakukan perusahaan sepanjang tahun. Salah satunya adalah penerbitan obligasi senilai Rp500 miliar.

Selain itu, arus kas masuk juga berasal dari kehadiran mitra strategis pada salah satu aset perusahaan yang memberikan tambahan sumber pendanaan bagi perseroan.

Struktur Permodalan Tetap Terjaga Dengan Leverage Rendah

Langkah-langkah strategis yang dilakukan perusahaan tidak hanya bertujuan memperkuat likuiditas, tetapi juga mengoptimalkan struktur permodalan secara keseluruhan. Dengan strategi tersebut, perusahaan mampu menjaga rasio utang pada level yang relatif rendah.

Tercatat rasio Net Debt to Equity atau Net DER perusahaan berada pada level 0,21 kali. Angka ini menunjukkan bahwa struktur permodalan perusahaan masih cukup sehat dan memberikan ruang yang luas untuk pendanaan proyek di masa mendatang.

Profil leverage yang rendah juga mencerminkan disiplin perusahaan dalam mengelola alokasi modal. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memastikan ekspansi bisnis tetap didukung oleh fundamental keuangan yang kuat.

Selain itu, perusahaan juga menaruh perhatian besar pada pengembangan pendapatan berulang. Saat ini, kontribusi recurring income telah mencapai sekitar 70% dari total pendapatan perusahaan.

Pendapatan berulang tersebut memberikan tingkat prediktabilitas arus kas yang lebih stabil. Arus kas tersebut kemudian diinvestasikan kembali untuk mendukung pengembangan proyek-proyek baru yang akan memperkuat pertumbuhan perusahaan di masa depan.

Rencana Ekspansi Proyek Baru Dorong Pertumbuhan Ke Depan

Ke depan, perusahaan juga telah menyiapkan sejumlah proyek yang akan mulai beroperasi dalam waktu dekat. Salah satunya adalah rencana pengoperasian 23 Semarang Shopping Center pada kuartal II tahun 2026.

Proyek ini akan berlokasi di Kota Semarang, Jawa Tengah, dan diharapkan mampu memperkuat portofolio perusahaan pada segmen komersial. Kehadiran pusat perbelanjaan baru tersebut juga menjadi bagian dari strategi ekspansi perusahaan di berbagai kota besar di Indonesia.

Selain itu, perusahaan juga tengah mengembangkan proyek 88 Plaza yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur. Proyek ini merupakan kompleks retail dan ruko yang dirancang sebagai salah satu pilar pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Pengembangan fase pertama proyek tersebut saat ini masih dalam tahap pembangunan. Jika selesai, proyek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi tambahan terhadap pendapatan perusahaan di masa depan.

Dengan kombinasi pertumbuhan pendapatan, peningkatan likuiditas, serta rencana ekspansi proyek yang terus berjalan, PT Indonesian Paradise Property Tbk menunjukkan optimisme dalam menghadapi tantangan industri ke depan. 

Strategi penguatan pendapatan berulang serta pengelolaan struktur permodalan yang disiplin diharapkan mampu menjaga keberlanjutan pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.

Terkini