JAKARTA - Kinerja industri pembiayaan pada awal 2026 menunjukkan dinamika yang cukup positif. Salah satu perusahaan yang mencatatkan perkembangan tersebut adalah PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF).
Perusahaan pembiayaan kendaraan ini berhasil mencatat peningkatan penyaluran pembiayaan baru sepanjang awal tahun, sekaligus menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil dari bulan ke bulan.
Pencapaian ini memperlihatkan bahwa permintaan pembiayaan kendaraan masih cukup kuat di tengah berbagai tantangan ekonomi. CNAF bahkan mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan secara bulanan yang cukup signifikan hingga Februari 2026. Hal ini menjadi sinyal positif bagi kinerja perusahaan sekaligus bagi industri multifinance secara keseluruhan.
Tren Positif Penyaluran Pembiayaan Awal Tahun
PT CIMB Niaga Auto Finance mencatatkan peningkatan nilai pembiayaan baru pada dua bulan pertama 2026. Penyaluran pembiayaan baru yang sebelumnya tercatat Rp572 miliar pada Januari 2026 meningkat menjadi Rp672 miliar pada Februari 2026. Dengan capaian tersebut, terjadi pertumbuhan sebesar 17% secara month to month.
Kinerja tersebut menandakan adanya peningkatan aktivitas pembiayaan kendaraan pada awal tahun. Pertumbuhan ini juga mencerminkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan masih tetap tinggi, baik untuk kendaraan pribadi maupun kebutuhan usaha.
Secara kumulatif hingga Februari 2026, CNAF telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp1,24 triliun. Selain itu, perusahaan juga mencatat total piutang pembiayaan yang mencapai Rp10,68 triliun.
Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman, menjelaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan tren pertumbuhan yang cukup positif bagi perusahaan.
“Hingga penghujung kuartal I-2026 (bulan Februari 2026), CNAF mencatatkan tren positif secara MtM untuk penyaluran pembiayaan baru,” ujar Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman.
Pertumbuhan yang terjadi sejak awal tahun ini menjadi indikasi bahwa strategi pembiayaan perusahaan mampu menjaga momentum bisnis di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Kontribusi Besar dari Segmen Kendaraan Baru
Dalam struktur penyaluran pembiayaan CNAF, segmen kendaraan baru menjadi kontributor terbesar terhadap total pembiayaan yang disalurkan perusahaan. Segmen ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan pembiayaan selama dua bulan pertama tahun ini.
Dari total pembiayaan yang disalurkan hingga Februari 2026, pembiayaan kendaraan baru mencapai Rp556 miliar. Nilai tersebut setara dengan sekitar 47% dari keseluruhan penyaluran pembiayaan yang dilakukan oleh CNAF.
Dominasi segmen kendaraan baru menunjukkan bahwa pasar otomotif masih menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri multifinance. Tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan baru turut mendorong peningkatan pembiayaan yang disalurkan perusahaan pembiayaan.
Selain itu, pertumbuhan pembiayaan pada segmen kendaraan baru juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti peningkatan kebutuhan mobilitas masyarakat serta kemudahan akses pembiayaan yang ditawarkan oleh perusahaan multifinance.
Dengan kontribusi yang besar dari segmen ini, CNAF dapat menjaga stabilitas kinerja pembiayaan sekaligus memperluas portofolio bisnisnya di sektor otomotif.
Optimisme Capai Target Industri Multifinance
Kinerja positif yang dicatatkan pada awal tahun membuat manajemen CNAF optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan untuk 2026. Optimisme tersebut sejalan dengan proyeksi pertumbuhan industri pembiayaan yang disampaikan oleh regulator.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan bahwa piutang pembiayaan industri multifinance dapat tumbuh pada kisaran 6% hingga 8% sepanjang tahun 2026.
Proyeksi tersebut menjadi acuan bagi perusahaan pembiayaan dalam menyusun strategi bisnis dan target pertumbuhan. Dengan melihat tren yang terjadi pada awal tahun, CNAF meyakini bahwa perusahaan memiliki peluang untuk memenuhi target tersebut.
“Mengacu pada tren pertumbuhan tersebut, CNAF optimistis tahun 2026 ini dapat mencapai target yang telah ditetapkan,” kata Ristiawan.
Optimisme ini juga didukung oleh meningkatnya permintaan pembiayaan kendaraan serta strategi bisnis perusahaan yang fokus pada pertumbuhan berkelanjutan.
Komitmen Menjaga Kualitas Pembiayaan
Selain mengejar pertumbuhan pembiayaan, CNAF juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas portofolio pembiayaan. Hal ini dinilai penting untuk memastikan kinerja perusahaan tetap sehat dalam jangka panjang.
Perusahaan menekankan bahwa kualitas pembiayaan yang baik menjadi kunci dalam menjaga stabilitas bisnis. Oleh karena itu, CNAF akan terus memperkuat manajemen risiko serta meningkatkan selektivitas dalam menyalurkan pembiayaan kepada nasabah.
Langkah tersebut dilakukan agar pertumbuhan bisnis tidak hanya berfokus pada peningkatan volume pembiayaan, tetapi juga tetap memperhatikan kualitas kredit yang diberikan kepada konsumen.
Ristiawan menegaskan bahwa perusahaan akan terus berupaya menjaga kualitas pembiayaan yang sehat sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Dengan strategi tersebut, CNAF berharap dapat mempertahankan kinerja positif sepanjang tahun 2026 sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan industri pembiayaan di Indonesia.