Hindari 10 Makanan dan Minuman Ini Sebelum Naik Pesawat

Selasa, 15 September 2026 | 01:43:31 WIB
Ilustrasi makanan [FOTO: NET].

JAKARTA - Menentukan santapan sebelum naik pesawat rupanya tidak boleh dilakukan asal-asalan, terlebih bagi penumpang yang hendak melakukan perjalanan udara jarak jauh. 

Sejumlah sajian makanan dan minuman berpotensi memicu gangguan sistem pencernaan, seperti perut kembung, mulas, hingga dehidrasi, yang berisiko membuat momen di dalam kabin pesawat menjadi tidak nyaman. 

Oleh sebab itu, terdapat beberapa jenis makanan serta minuman yang tergolong perlu dihindari sebelum naik ke pesawat maupun selama penerbangan jarak jauh.

Jangan Konsumsi Ini Sebelum Naik Pesawat

Berikut 10 jenis hidangan dan minuman yang patut dibatasi atau dihindari sebelum naik pesawat:

Makanan Gorengan

Gorengan, seperti kentang goreng, amat disarankan untuk tidak dikonsumsi sebelum terbang. Kadar minyak dan lemak yang tinggi berpotensi memicu sensasi mulas. Di sisi lain, makanan yang kaya akan sodium dapat mendorong tubuh menahan cairan sehingga memicu kembung atau pembengkakan. Situasi semacam itu tentu bakal mengurangi kenyamanan penumpang sepanjang berada di pesawat.

Daging Merah

Daging merah juga bukanlah opsi yang tepat untuk disantap sebelum terbang. Sebagian individu memerlukan durasi pencernaan yang lebih lama untuk memproses daging merah. Apabila dikonsumsi sebelum perjalanan udara, hidangan ini rentan mendatangkan rasa tidak nyaman pada organ pencernaan selama penerbangan.

Kopi

Kopi menjadi jenis asupan lain yang patut dibatasi sebelum menaiki pesawat. Fluktuasi tekanan udara di dalam kabin dapat mengakibatkan tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Sementara itu, kandungan kafein pada kopi sanggup memperparah efek dehidrasi tersebut. Mengonsumsi kopi sebelum atau saat terbang juga berisiko meningkatkan timbulnya pusing atau mual pada sebagian orang.

Alkohol

Meminum minuman beralkohol sebelum perjalanan udara sangat dianjurkan untuk dihindari. Alkohol dapat menyebabkan dehidrasi sekaligus membuat seseorang lebih gampang mabuk. Efek ini bisa terasa kian intens sewaktu berada di dalam pesawat akibat pengaruh perbedaan tekanan udara. Alhasil, meminum alkohol sebelum maupun sepanjang penerbangan dapat membuat tubuh terasa makin tidak bugar.

Kacang-kacangan

Bahan makanan kacang-kacangan dikenal dapat memicu penumpukan gas dan kembung pada sebagian orang. Bila dikonsumsi sebelum terbang, dampak tersebut bakal terasa makin mengganggu mengingat penumpang mesti berdiam diri di ruang duduk yang relatif terbatas selama berjam-jam. Supaya terhindar dari kembung, ada baiknya membatasi olahan kacang-kacangan jelang perjalanan jauh.

Apel

Walaupun tergolong buah yang kaya manfaat, apel kurang cocok dijadikan pilihan utama sebelum penerbangan. Tingginya serat dalam buah apel menjadikannya cenderung lebih sulit dicerna serta dapat memicu gas dan kembung bagi sebagian individu. Sebagai gantinya, pisang dapat dipilih sebagai konsumsi buah sebelum bepergian.

Brokoli

Sayuran brokoli beserta jajaran tumbuhan cruciferous lain, seperti kubis dan kembang kol, turut disarankan untuk dihindari sebelum naik pesawat. Kelompok sayur ini berisiko memicu gas berlebih dan perut kembung. Bagi penumpang penerbangan jarak jauh, kondisi tersebut tentu amat mengganggu kenyamanan.

Minuman Berkarbonasi

Minuman berkarbonasi, seperti soda dan ginger ale, sebaiknya tidak diminum sebelum maupun selama penerbangan. Gelembung karbonasi di dalamnya bisa bikin perut terasa sesak dan kembung, serta berisiko mendatangkan mulas bagi sebagian orang. Selama berada di pesawat, air putih menjadi opsi yang paling aman untuk menjaga kecukupan cairan tubuh.

Makanan Pedas

Hidangan bercita rasa pedas juga perlu dihindari sebelum melakukan penerbangan, khususnya bagi penumpang yang memiliki pencernaan sensitif. Makanan pedas dapat memicu rasa tidak nyaman pada lambung. Oleh karena itu, santapan dengan cita rasa yang lebih lembut dapat menjadi alternatif sebelum menempuh perjalanan udara yang panjang.

Permen Karet

Mengunyah permen karet tampak sepele, tetapi proses mengunyah tersebut memicu tertelannya udara secara tidak sadar ke dalam tubuh. Masuknya udara ke saluran pencernaan bisa menimbulkan penumpukan gas dan kembung. 

Kendati demikian, permen karet tetap berguna bagi sejumlah penumpang untuk meminimalkan rasa pekak atau tidak nyaman pada telinga sewaktu pesawat lepas landas dan mendarat. Jika hendak memanfaatkan permen karet guna menyeimbangkan tekanan pada telinga, batasi penggunaannya dan segera buang begitu pesawat sudah tiba di ketinggian jelajah atau usai mendarat.

Tags

Terkini