Cara Pakai Wajan Stainless Steel Agar Masakan Tidak Lengket

Selasa, 15 September 2026 | 02:30:02 WIB
wajan stainless steel [FOTO: NET].

JAKARTA - Wajan stainless steel kerap membuat masakan menempel saat dipakai memasak. Meski begitu, kondisi tersebut bukan berarti wajan jenis ini tidak dapat dimanfaatkan untuk memasak tanpa membuat bahan makanan melekat pada permukaannya. 

Terdapat sejumlah aspek yang wajib diperhatikan supaya makanan tidak gampang lengket, mulai dari mutu wajan, teknik memanaskan wajan, penggunaan minyak atau mentega, hingga tingkat suhu bahan makanan sebelum diolah.

Tips Pakai Wajan Stainless Steel Supaya Tidak Lengket

Dikutip dari ABC News, pakar ekonomi rumah tangga sekaligus koordinator pengujian di CHOICE, Fiona Mair, menerangkan bahwa kualitas wajan menjadi salah satu poin utama yang patut dicermati.

Pilih Wajan Stainless Steel dengan Kualitas Baik

Menurut Mair, wajan stainless steel bernilai tinggi umumnya dibekali lapisan aluminium atau tembaga di selipan lapisan stainless steel-nya. Lapisan logam pendukung ini ampuh menyalurkan panas secara lebih optimal sehingga suhu dapat terbagi merata di seluruh permukaan wajan.

Sementara itu, wajan yang seluruh bagiannya murni terbuat dari stainless steel tanpa adanya logam pelapis di bagian alas berisiko mengalami kendala penyebaran panas yang tidak merata. Kondisi semacam itu dapat memicu makanan lebih gampang menempel.

Di samping mutu wajan, sebagian produk juga memerlukan prosedur seasoning atau prapengondisian wajan sebelum siap dipakai. Metode seasoning ini bisa bervariasi bergantung pada merek serta tipe alat masak. Oleh sebab itu, Anda disarankan membaca buku petunjuk pemakaian yang disertakan.

Panaskan Wajan Sebelum Digunakan

Kekeliruan sewaktu memanaskan wajan menjadi salah satu pemicu paling umum makanan merekat pada wajan stainless steel. Mair menganjurkan untuk memanaskan wajan terlebih dahulu memakai api sedang hingga tinggi.

Untuk memastikan apakah wajan sudah cukup panas, tuangkan sekitar satu sendok teh air usai wajan dipanaskan selama dua sampai tiga menit. Bila suhunya sudah pas, air bakal membulat menyerupai bola dan bergulir di atas permukaan wajan. 

Sebaliknya, bila wajan masih kurang panas, air akan membentuk gelembung lalu menguap. Apabila terlampau panas, air akan pecah menjadi bulir-bulir kecil yang bergerak liar di permukaan wajan.

Jangan Langsung Tambahkan Minyak Saat Masih Ada Air

Usai memastikan wajan cukup panas, pastikan tidak ada sisa tetesan air di permukaannya sebelum menuangkan minyak. Percampuran minyak dan air di atas wajan panas sangat berbahaya karena sanggup memicu letupan serta percikan api.

Air yang tersisa dapat dilap secara hati-hati memakai tisu dapur atau lap khusus. Pastikan area tangan tetap terlindungi dari paparan panas wajan. Begitu permukaan wajan dipastikan kering, barulah tuangkan minyak atau mentega.

Gunakan Minyak atau Mentega Secukupnya

Wajan stainless steel memerlukan lapisan minyak atau mentega untuk membantu meminimalkan risiko makanan menempel. Mair menyarankan agar lemak tersebut melumuri seluruh area wajan. Untuk wajan berukuran diameter sekitar 20 sentimeter, contohnya, dapat dituangkan sekitar tiga sendok makan minyak.

Minyak yang tahan terhadap paparan suhu tinggi bisa dijadikan pilihan tepat, contohnya minyak sayur, minyak kacang, atau minyak kelapa. Apabila memanfaatkan mentega, Mair menganjurkan untuk mengombinasikannya dengan minyak agar bahan masakan tidak lekas gosong atau lengket. 

Minyak selanjutnya perlu dipanaskan sekitar satu menit sampai tampak sedikit bergelombang. Hindari memanaskan minyak hingga terlalu tinggi suhunya atau mengepulkan asap karena bisa membuat makanan cepat hangus.

Jangan Langsung Memasukkan Makanan dari Kulkas

Tingkat suhu bahan makanan juga dapat memengaruhi apakah olahan bakal lengket atau tidak. Mair menguraikan bahwa permukaan stainless steel memiliki pori-pori yang lumayan banyak. Manakala bahan olahan yang masih dingin dimasukkan ke dalam wajan, makanan akan lebih mudah melekat.

Oleh karena itu, bahan seperti daging steak, ayam, atau ikan sebaiknya dikeluarkan dari lemari es sekitar 30 menit sebelum diolah. 

Selain membantu mencegah makanan menempel, trik ini juga bikin masakan matang secara lebih merata. Meski demikian, durasi membiarkan makanan di luar kulkas tetap wajib disesuaikan dengan kondisi serta suhu sekitar demi menjaga keamanan bahan pangan.

Jangan Buru-buru Membalik Makanan

Begitu bahan masakan dimasukkan ke dalam wajan, hindari kebiasaan terlalu sering menggeser atau membalik posisinya. 

Sebagai contoh, saat memasak steak, Mair menyarankan untuk membiarkannya matang pada sisi pertama selama kira-kira lima menit—bergantung pada tingkat ketebalannya—sebelum dibalik.

Jika daging steak dirasa masih merekat kuat saat hendak dibalik, sebaiknya tunggu dalam kurun waktu beberapa menit lagi. Manakala sudah matang dan membentuk lapisan kerak yang pas, makanan secara alami bakal lebih gampang terlepas dari permukaan wajan.

Tags

Terkini