Peneliti China Bongkar Celah Sadap Headphone dari Jarak 30 Meter

Jumat, 18 September 2026 | 08:25:00 WIB

NARASIINDONESIA.ID — Tim peneliti di China menemukan teknik penyadapan sinyal audio dari headphone, telepon rumah, hingga perangkat pintar dari jarak jauh. Metode bernama InjectEave itu memanfaatkan injeksi sinyal elektromagnetik untuk membocorkan audio yang semestinya bersifat privat.

Tim riset yang berbasis di China merancang cara menyadap sinyal yang diproses komponen analog pada perangkat sehari-hari, mulai dari headphone, gagang telepon kabel, sampai perangkat pintar. Teknik itu diberi nama InjectEave dan dipaparkan dalam konferensi USENIX Security 2026.

Berbeda dari penyadapan pasif yang mengandalkan tangkapan sinyal lemah, InjectEave justru menyuntikkan sinyal elektromagnetik ke perangkat target. Sinyal di rentang 0-9 MHz itu berinteraksi dengan komponen non-linear di dalam perangkat sehingga audio yang semula sulit ditangkap berubah jadi bocoran yang bisa dibaca peralatan di sekitarnya.

Mengapa Sinyal Lemah Justru Jadi Celah

Selama ini serangan berbasis kebocoran elektromagnetik kerap dianggap tidak praktis. Sinyal RF yang terpancar dari headphone terlalu lemah, sehingga rasio sinyal terhadap derau membuat penyadap sulit memisahkan suara dari gangguan.

InjectEave membalik pendekatan itu. Alih-alih menunggu sinyal bocor sendiri, penyerang memancing kebocoran lewat sinyal injeksi. Komponen seperti amplifier, konverter analog-ke-digital, konverter daya, dan MOSFET switching menjadi titik masuk yang dimanfaatkan.

Yan Long, asisten profesor di The Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) di Guangzhou, menyatakan teknik ini mampu memulihkan audio headphone dari jarak hingga 30 meter, termasuk menembus dinding.

"Proyek baru kami, InjectEave, menunjukkan bahwa sinyal RF dapat memicu kebocoran informasi dari headphone sehari-hari, memungkinkan penyerang memulihkan audio headphone dari jarak hingga 30 meter, termasuk melalui dinding," ujar Long kepada The Register.

Long menyusun riset ini bersama Haoran Yan, Ziyu Shao, dan Shuhao Zhang dari HKUST, serta Qinhong Jiang dari The Hong Kong Polytechnic University.

Peralatan Sadap Cukup Pakai Komponen Pasaran

Menjalankan serangan InjectEave tidak butuh perangkat eksotis. Peneliti menyebut cukup software-defined radio USRP B210, antena untuk injeksi dan penerimaan, spectrum analyzer Siglent SSA3075X Plus, serta laptop sebagai pengendali.

Penguat daya RF bersifat opsional, namun keberadaannya memperjauh jangkauan serangan. Dengan penguat itu, tim peneliti mendemonstrasikan penyadapan audio headphone sampai 30 meter.

Pengujian dilakukan terhadap 11 perangkat yang dijual bebas. Daftarnya mencakup headphone kabel Sony ZX110AP (2014) dan Apple Earbuds (2016), headphone nirkabel UGreen MAX2, Philips TAH2020, dan HP H231R, telepon VoIP Flyingvoice P23GW, kipas pintar OIDIRE ODI-MF10A dan Xiaomi BPLDS10DM, serta lampu pintar JINGZAO JDO-06 dan Xiaomi 1S.

Untuk perangkat-perangkat tersebut, jangkauan serangan yang terdemonstrasi umumnya 1 hingga 6 meter. Peneliti juga mencatat skenario penyadapan menembus dinding kamar hotel, dengan perangkat keras serangan disembunyikan di dalam koper atau perabot kantor.

Enkripsi Tidak Menolong

Yang membuat InjectEave sulit ditangkal adalah jalur kebocorannya berada di domain analog. Pertahanan digital seperti enkripsi, masking, dan randomisasi tidak menyentuh titik ini.

"InjectEave kebal terhadap pertahanan digital seperti enkripsi, masking, dan randomisasi, karena kebocoran berasal dari jalur analog," tulis para peneliti dalam kesimpulan mereka.

Mitigasi yang disarankan bersifat hardware-aware: pengkabelan twisted-pair, pelindung (shielding), dan penyaringan (filtering). Langkah-langkah itu menurunkan energi sinyal pembawa yang masuk ke perangkat, tetapi tidak menjamin kekebalan penuh.

Peneliti mengingatkan komponen non-linear lazim ditemukan di sistem komputer. Perangkat apa pun yang memiliki bagian penanganan perubahan sinyal, misalnya konverter daya, berpotensi rentan terhadap serangan ini.

Terkini