JAKARTA - PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), salah satu emiten kontraktor tambang yang terafiliasi dengan Grup Bakrie, berhasil mencatatkan laba bersih yang luar biasa pada kuartal III/2025.
Laba bersih DEWA tercatat mencapai Rp239,14 miliar, sebuah lonjakan yang fantastis sebesar 519,28% dibandingkan dengan laba bersih yang hanya Rp38,61 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa meskipun pendapatan perusahaan relatif stabil, mereka berhasil menekan biaya dan meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan, yang berdampak besar pada kenaikan laba mereka.
Laporan keuangan yang dirilis menunjukkan bahwa meskipun pendapatan DEWA mengalami kenaikan yang terbatas sebesar 2,80% YoY, perusahaan mampu mengoptimalkan pengelolaan biaya dan meningkatkan profitabilitas.
Pendapatan DEWA pada kuartal III/2025 tercatat sebesar Rp4,65 triliun, dengan sebagian besar pendapatan berasal dari layanan kepada pihak berelasi, yaitu PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia.
Meskipun kontribusi dari pihak ketiga hanya sedikit, yakni sekitar Rp204,44 miliar, hal ini tidak menghalangi perusahaan untuk meningkatkan margin keuntungan mereka secara signifikan.
Pendapatan Stabil, Namun Fokus pada Efisiensi Operasional
Pendapatan DEWA di kuartal III/2025 masih didominasi oleh kontrak dengan pihak berelasi, seperti Kaltim Prima Coal dan Arutmin Indonesia, yang merupakan dua klien utama mereka.
Meskipun pendapatan dari pihak ketiga cukup kecil, hal tersebut tidak mengurangi kemampuan perusahaan untuk mengelola biaya secara efisien. Pendapatan DEWA tercatat relatif stabil dengan kenaikan moderat sebesar 2,80%, mencapai Rp4,65 triliun.
Namun, yang lebih menarik adalah kemampuan DEWA untuk menekan beban pokok pendapatan mereka. Beban pokok pendapatan pada kuartal III/2025 tercatat sebesar Rp3,97 triliun, turun 5,25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan beban pokok pendapatan ini berkontribusi besar terhadap peningkatan laba kotor DEWA yang mencapai Rp673,15 miliar, sebuah kenaikan sebesar 106,64% dibandingkan dengan Rp325,75 miliar pada tahun sebelumnya.
Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mengelola biaya dan meningkatkan efisiensi operasional, yang pada akhirnya meningkatkan margin laba mereka.
Peningkatan Aset dan Ekuitas yang Signifikan
Selain mencatatkan laba yang luar biasa, DEWA juga berhasil mencatatkan pertumbuhan yang signifikan pada sisi neraca. Total aset DEWA tercatat sebesar Rp10,83 triliun, naik 26,92% dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2024. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan yang signifikan dalam ekuitas dan liabilitas perusahaan.
Ekuitas DEWA tercatat naik 54,08% menjadi Rp4,68 triliun pada kuartal III/2025, yang menunjukkan peningkatan dalam kesehatan finansial perusahaan.
Sementara itu, liabilitas DEWA juga mengalami kenaikan, tercatat sebesar Rp6,14 triliun, tumbuh 11,90% dibandingkan dengan akhir tahun 2024.
Meskipun liabilitas meningkat, namun ekuitas yang lebih besar menunjukkan bahwa perusahaan berhasil meningkatkan posisi modal mereka, yang memberikan fondasi yang lebih kuat untuk pertumbuhan jangka panjang. Peningkatan aset dan ekuitas ini menandakan bahwa DEWA terus berkembang secara positif, dengan pengelolaan finansial yang baik.
Performa Saham DEWA dan Proyeksi Ke Depan
Dari sisi pasar saham, meskipun DEWA menunjukkan kinerja keuangan yang luar biasa, saham perusahaan mengalami penurunan yang signifikan.
Pada penutupan pasar 29 Januari 2026 saham DEWA tercatat berada di harga Rp525 per lembar, turun 7,89% dan mencatatkan penurunan lebih dari 30% sejak awal tahun.
Penurunan harga saham ini terjadi setelah saham DEWA sempat mengalami tren naik yang signifikan, namun kemudian terhenti akibat adanya trading halt.
Penurunan harga saham ini mungkin dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal dan internal, termasuk sentimen pasar yang lebih luas dan mungkin juga faktor teknikal lainnya.
Meski demikian, kinerja keuangan yang impresif di kuartal III/2025 menunjukkan bahwa DEWA memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang, terutama jika mereka mampu menjaga kestabilan pendapatan dan melanjutkan upaya efisiensi operasional.
Ke depan, dengan kinerja yang terus membaik dan fokus pada transformasi operasional, DEWA diharapkan dapat terus memperkuat posisinya di industri tambang. Jika perusahaan mampu mempertahankan pertumbuhan laba yang kuat dan memperbaiki margin keuntungan, maka prospek untuk jangka panjang tetap positif, meskipun ada tantangan di pasar saham yang harus dihadapi.