Daftar Pangan

Harga Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Naik, Begini Daftar Pangan

Harga Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Naik, Begini Daftar Pangan
Harga Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Naik, Begini Daftar Pangan

JAKARTA - Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia baru-baru ini mencatatkan adanya peningkatan harga pada sejumlah komoditas pangan strategis, salah satunya cabai rawit merah yang harganya mencapai Rp68.850 per kilogram (kg), sementara harga telur ayam ras berada pada angka Rp31.350 per kg. 

Harga ini menunjukkan tren kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan periode sebelumnya, memengaruhi daya beli masyarakat, terutama dalam kebutuhan pokok harian.

Menurut data yang dirilis oleh PIHPS, harga cabai rawit merah ini mengalami kenaikan yang cukup tajam. Sementara itu, telur ayam ras juga terpantau terus mengalami lonjakan harga, menjadikannya salah satu komoditas pangan yang cukup berpengaruh pada pengeluaran rumah tangga masyarakat.

 Pencatatan harga ini dilakukan pada 4 Februari 2026, tepat pukul 08.30 WIB, dan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi harga pangan saat ini di pasar-pasar tradisional maupun modern di seluruh Indonesia.

Kenaikan Harga Bahan Pangan Lainnya di Pasaran

Tidak hanya cabai rawit merah dan telur ayam yang mengalami kenaikan harga, beberapa komoditas pangan lainnya juga tercatat mengalami lonjakan yang cukup signifikan. 

Di antaranya adalah bawang merah yang harganya mencapai Rp43.450 per kg, sementara bawang putih dihargai Rp40.300 per kg. Kedua komoditas ini, yang merupakan bahan dasar penting dalam masakan sehari-hari, juga menunjukkan kenaikan harga yang memengaruhi pengeluaran masyarakat di sektor pangan.

Beras, yang menjadi komoditas utama dalam konsumsi rumah tangga, juga tercatat mengalami fluktuasi harga yang beragam. Beras kualitas bawah I dan II masing-masing tercatat dengan harga Rp14.400 per kg. 

Sementara itu, beras kualitas medium I dipatok seharga Rp15.950 per kg, sedangkan beras kualitas medium II sedikit lebih murah, yakni Rp15.750 per kg.

 Di sisi lain, beras kualitas super I dibanderol dengan harga Rp17.150 per kg, dan beras kualitas super II sedikit lebih murah di harga Rp16.700 per kg. Fluktuasi harga beras ini mencerminkan perbedaan kualitas yang mempengaruhi pilihan konsumen di pasar.

Komoditas Lain yang Juga Terpengaruh Kenaikan Harga

Selain bahan pokok yang sering digunakan dalam rumah tangga, beberapa komoditas lain yang tercatat oleh PIHPS juga mengalami perubahan harga. Cabai merah besar, misalnya, tercatat dijual dengan harga Rp41.550 per kg, sementara cabai merah keriting dijual dengan harga sedikit lebih mahal, yakni Rp42.400 per kg. 

Cabai rawit hijau juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, yakni Rp53.300 per kg. Kenaikan harga cabai ini sering kali dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang kurang stabil dan permintaan pasar yang tinggi, terutama menjelang musim-musim tertentu atau hari besar.

Daging ayam ras dan daging sapi juga mencatatkan harga yang lebih tinggi di pasaran. Harga daging ayam ras kini tercatat Rp40.600 per kg, sementara harga daging sapi kualitas I dibanderol dengan harga yang cukup mahal, yaitu Rp143.250 per kg. 

Daging sapi kualitas II sedikit lebih murah dengan harga Rp135.500 per kg. Peningkatan harga pada daging-daging ini turut berperan dalam mempengaruhi pengeluaran masyarakat dalam konsumsi pangan.

Harga Gula Pasir dan Minyak Goreng Masih Terpantau Stabil

Meski banyak komoditas pangan lainnya mengalami kenaikan harga, ada beberapa yang tercatat relatif stabil. Gula pasir kualitas premium tercatat dengan harga Rp19.850 per kg, sedangkan gula pasir lokal sedikit lebih murah, yakni Rp18.350 per kg. 

Harga minyak goreng juga mengalami perbedaan berdasarkan kemasan dan merek. Minyak goreng curah tercatat dijual dengan harga Rp18.900 per liter, sementara minyak goreng kemasan bermerek I dihargai Rp22.600 per liter, dan minyak goreng kemasan bermerek II dibanderol Rp21.600 per liter.

Kenaikan harga yang terjadi pada komoditas pangan ini jelas menjadi perhatian penting bagi pemerintah dan masyarakat. Kenaikan harga bahan pangan strategis tersebut memengaruhi biaya hidup, yang pada akhirnya berdampak pada daya beli masyarakat. 

Pemerintah melalui berbagai instansi terkait, termasuk Bank Indonesia, terus memantau fluktuasi harga pangan ini dan berupaya untuk menjaga kestabilan harga agar kebutuhan pokok tetap terjangkau oleh masyarakat.

Dengan adanya informasi yang disediakan oleh PIHPS, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam mengelola pengeluaran untuk kebutuhan pangan, serta melakukan perencanaan belanja yang lebih efisien. 

Para pedagang, distributor, dan pihak terkait lainnya juga perlu memantau dengan seksama fluktuasi harga pangan ini agar dapat mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi, terutama saat ada perubahan kondisi pasar atau cuaca yang tidak menentu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index