JAKARTA - Pernahkah Anda melihat seseorang berjalan santai di area taman, namun dengan gaya mirip seperti mendaki sambil menggenggam sepasang tongkat? Fenomena ini bukanlah tanpa alasan, melainkan sebuah tren aktivitas fisik asal negara-negara Nordik yang dikenal dengan nama Nordic Walking.
Pada mulanya, Nordic Walking dirancang sebagai metode latihan khusus di luar musim bagi para atlet ski lintas alam, mengutip Vogue, Senin (10/8/2026).
Saat ini, kegiatan fisik tersebut berkembang pesat menjadi rutinitas kebugaran populer yang mengandalkan penggunaan tongkat khusus guna menopang setiap tumpuan langkah, sehingga otot tubuh bagian atas, kaki, hingga area inti dapat bekerja secara maksimal.
"Apa yang awalnya merupakan metode latihan untuk atlet elit kini telah menjadi salah satu bentuk olahraga paling mudah diakses di negara-negara Nordik karena minim benturan, mudah dilakukan, dan cocok untuk orang dari hampir semua usia dan tingkat kebugaran," kata CEO dan pendiri NRTHRN Strong, Nicoline Roth.
"Ini adalah contoh bagus tentang bagaimana sebuah gerakan bisa sangat efektif sekaligus menjadi sesuatu yang bisa kamu lakukan seumur hidup," tambahnya.
Nordic Walking, Olahraga yang Menawarkan Segudang Manfaat
Alasan utama yang membuat Nordic Walking kian digemari adalah melimpahnya faedah kesehatan yang ditawarkan. Asisten Profesor Kedokteran Penyakit Dalam Umum di Mount Sinai, Heather Viola, DO, memaparkan beberapa poin keunggulan utamanya bagi tubuh, antara lain:
Meringankan beban tekanan pada area lutut dan persendian tubuh bagian bawah.
Mengoptimalkan keseimbangan serta stabilitas, terutama tatkala melintasi medan atau trek yang tidak rata.
Melatih seluruh rentang otot tubuh bagian atas sehingga skema olahraga terasa lebih menyeluruh.
Mendongkrak daya tahan fisik sekaligus memudahkan ritme langkah ketika harus meniti jalanan menanjak.
Menyediakan tumpuan ekstra saat menuruni area perbukitan.
"Tongkat jalan memberimu titik tumpuan ekstra, yang bisa membantumu merasa lebih stabil dan percaya diri. Untuk jarak jauh, hal ini juga bisa membantu mengurangi kelelahan dan membuat jalan kaki terasa lebih nyaman," jelas dr. Viola.
Olah tubuh ini amat sesuai bagi pejalan kaki rekreasi, kaum lansia yang memerlukan stabilitas ekstra, serta siapa saja yang berada dalam fase pemulihan cedera atau sekadar mengendalikan nyeri sendi ringan.
"Di Skandinavia, bergerak itu sering kali menyatu dengan kehidupan sehari-hari, bukan sekadar dianggap sebagai sesuatu yang cuma dilakukan di dalam gym," ucap Roth.
Beberapa Risiko yang Perlu Diperhatikan
Kendati menyehatkan, jenis olahraga ini belum tentu tepat diterapkan untuk semua orang tanpa pembekalan yang cukup.
"Butuh sedikit latihan untuk menggunakannya (tongkat) dengan benar. Dan memakainya dengan cara yang salah bisa bikin jalan kaki terasa canggung atau kurang efektif," kata dr. Viola.
Apabila memiliki riwayat cedera pada area bahu, siku, pergelangan tangan, maupun telapak tangan, penggunaan tongkat justru berisiko memicu rasa tidak nyaman.
Anda juga sebaiknya menghindari teknik ini jika mengidap gangguan keseimbangan yang parah, radang sendi tingkat lanjut, atau kondisi medis tertentu yang memengaruhi mekanisme melangkah.
Ditinjau dari segi kepraktisan, membawa dua buah tongkat sewaktu berjalan di lintasan yang sempit atau kawasan yang terlampau padat tentu dapat menyulitkan.
Cara Menggunakan Tongkat Secara Efektif
Langkah awal yang paling krusial adalah memastikan Anda selalu mengaplikasikan tongkat secara berpasangan.
Menurut dr. Viola, memakai dua tongkat secara bersamaan sangat penting guna membantu mendistribusikan beban kerja secara seimbang ke area kaki, lengan, bahu, serta otot inti.
"Hasilnya adalah gerakan berjalan yang lebih mulus dan seimbang, sehingga jalan jauh pun bisa terasa lebih gampang dan tidak cepat capek," terang dia.
Tongkat Nordic Walking akan berfungsi secara optimal bilamana disesuaikan dengan tinggi postur tubuh Anda. Posisi yang paling ideal yakni ketika posisi siku menekuk membentuk sudut sekitar 90 derajat saat jemari Anda menggenggam gagang dan ujung bawah tongkat menyentuh permukaan tanah.
Saat melangkah, hayunkan tongkat secara berlawanan dengan gerakan kaki. Sebagai contoh, tatkala kaki kiri melangkah ke depan, maka tongkat sebelah kananlah yang diayunkan ke depan.
Tancapkan tongkat lewat dorongan ringan di area belakang atau tepat di samping kaki depan, lalu tekan sedikit ke arah belakang guna membantu tubuh meluncur maju. Biarkan posisi kedua bahu tetap santai dan lengan berayun secara alami.
"Kalau dipakai dengan benar, tongkat Nordic Walking seharusnya terasa membantu alur jalanmu, bukannya malah mengganggu," tutur dr. Viola.