JAKARTA - Di balik kulit yang sehat, terdapat ekosistem mikroorganisme atau skin microbiome yang berhubungan langsung dengan keseimbangan serta fungsi skin barrier. Bersumber dari rilis pers resmi, Sabtu (15/8/2026), LABORÉ menciptakan teknologi 3X-SYNBIOTICS yang mengombinasikan postbiotic, prebiotic, dan paraprobiotic berpadu bahan aktif tertentu dalam satu kesatuan formulasi.
Inovasi tersebut dirancang berlandaskan riset lebih dari 25 tahun mengenai skin microbiome. LABORÉ menerapkannya demi membantu memelihara keseimbangan microbiome sekaligus menopang fungsi skin barrier, khususnya bagi pemilik kulit sensitif.
Berawal dari Riset Skin Microbiome selama 25 Tahun
Pengembangan 3X-SYNBIOTICS bertolak dari penelusuran ilmiah terkait ekosistem mikroorganisme yang mendiami kulit beserta keterkaitannya terhadap kondisi dan kinerja skin barrier.
Pengalaman riset selama lebih dari seperempat abad menjadi salah satu pijakan utama dalam memformulasikan microbiome active yang digunakan pada lini produk LABORÉ.
Pemahaman dari hasil riset tersebut lantas diaplikasikan ke dalam peracikan formulasi. Lewat 3X-SYNBIOTICS, LABORÉ menyatukan tiga unsur penunjang microbiome, yakni postbiotic, prebiotic, dan paraprobiotic, bersanding dengan kandungan aktif tertentu.
Metode ini dimaksudkan untuk menunjang mekanisme biologis alami kulit serta memelihara keseimbangan ekosistem microbiome.
Inovasi ini kemudian diimplementasikan pada deretan produk yang diformulasikan untuk beragam kondisi kulit, meliputi kulit sensitif, kering, mudah bereaksi, hingga kulit yang mengalami gangguan fungsi skin barrier.
Salah satu contohnya yakni LABORÉ BiomeRepair™ Barrier Revive Cream yang dirancang sebagai pelembab harian untuk kulit sensitif di area muka maupun tubuh.
Sementara itu, BiomeRepair™ TopiCalm Cream merupakan pelembab nonsteroid yang ditujukan bagi kulit sangat sensitif, termasuk kulit yang mudah terserang eksem dan psoriasis, serta kulit dengan kendala fungsi skin barrier.
Teknologi Microbiome Diuji melalui Evaluasi Klinis
Perancangan teknologi tersebut tak sekadar berhenti pada pemformulasian, melainkan turut diterapkan serta diuji melalui uji klinis bersama para dokter spesialis kulit dan lembaga riset ilmiah.
Pada gelaran PIT XXI PERDOSKI 2026 di Yogyakarta, 7 Agustus 2026, LABORÉ memaparkan tiga pengujian klinis yang meneliti pendekatan berbasis microbiome terhadap beberapa masalah kulit.
Rangkaian riset tersebut mencakup atopic dermatitis, psoriasis vulgaris, serta proses pemulihan kulit pasca-tindakan fractional Er:YAG laser.
Studi ilmiah ini melibatkan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, RSUD Dr. Soetomo, dan Dermalogia.
Salah satu poin penting yang disoroti berasal dari pengujian pada kasus psoriasis. Pada uji tersebut, BiomeRepair™ TopiCalm Cream memperlihatkan peningkatan kelembaban kulit secara bertahap hingga 5,26 kali lipat usai evaluasi selama 28 hari. Adapun pada riset pasca-tindakan laser, tercatat penyusutan eritema mencapai 90 persen dalam kurun tujuh hari.
Temuan ini menjadi bagian dari analisis untuk memahami pengaplikasian metode berbasis microbiome pada bermacam masalah kulit yang beragam.
Fokus pada Keseimbangan Microbiome dan Skin Barrier
LABORÉ menyatakan perancangan 3X-SYNBIOTICS sebagai wujud nyata menerjemahkan kemajuan ilmu sains mengenai skin microbiome ke dalam terobosan perawatan kulit.
Konsep ini memadukan studi ilmiah, peracikan formulasi, hingga pengujian klinis demi mendalami pemanfaatan komponen pendukung microbiome pada produk perawatan kulit.
Dalam proses pengembangannya, LABORÉ juga menjalin kemitraan dengan para dokter spesialis kulit, peneliti, serta institusi ilmiah baik di kancah nasional maupun internasional.
Kerja sama tersebut dijalankan demi memperluas cakrawala pengetahuan seputar keterkaitan antara microbiome, skin barrier, dan kebutuhan spesifik kulit sensitif.
Melalui pendekatan ini, LABORÉ terus mendalami potensi teknologi microbiome sebagai fondasi perawatan kulit yang memprioritaskan keseimbangan microbiome serta fungsi skin barrier.
Walau demikian, rupa-rupa hasil uji klinis tersebut merupakan bagian dari penelitian terhadap metode dan peracikan formulasi tertentu. Kondisi kulit sensitif atau kelainan skin barrier tetap memerlukan tindakan yang disesuaikan dengan kebutuhan individual tiap orang.
Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT