Pariwisata Labuan Bajo Pulih, Taman Nasional Komodo Kembali Dibuka

Pariwisata Labuan Bajo Pulih, Taman Nasional Komodo Kembali Dibuka
Ilustrasi Labuan Bajo [FOTO: NET].

JAKARTA - Aktivitas pariwisata di kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, berangsur pulih dan normal kembali pascabencana gempa bumi NTT bermagnitudo 7,7. Berdasarkan keterangan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pada Senin (17/8/2026), pintu masuk menuju Destinasi Taman Nasional Komodo (TN Komodo) resmi dibuka kembali bagi pengunjung.

Keputusan tersebut diambil seiring dibukanya kembali izin operasional pelayaran oleh pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo.

Merujuk pada pembaruan data per 16 Agustus 2026 pukul 19.00 WITA, denyut aktivitas pariwisata di area Labuan Bajo terpantau berjalan normal, lancar, serta kondusif, termasuk operasional di Pelabuhan Marina Labuan Bajo. 

Pada tanggal yang sama, KSOP Kelas III Labuan Bajo mencatat sebanyak 308 kapal wisata berlayar membawa 3.651 penumpang, yang terdiri atas 2.840 wisatawan mancanegara serta 811 wisatawan nusantara.

Tingkat kunjungan per 16 Agustus 2026 tersebut terdata sekitar 1.381 wisatawan mendatangi Padar Selatan, 328 berada di Loh Liang Pulau Komodo, 277 menyambangi Loh Buaya Pulau Rinca, dan 54 pengunjung di Gili Lawa.

Wisata Kembali Pulih

Para wisatawan yang sempat beraktivitas kini seluruhnya telah kembali ke area Labuan Bajo dan terpantau beraktivitas seperti biasa di kawasan Waterfront Marina.

Andhy MT Marpaung selaku Plt Direktur Utama BPOLBF menegaskan, koordinasi yang responsif antarberbagai pihak menjadi kunci utama dari percepatan pemulihan aktivitas di destinasi wisata tersebut.

"Pulihnya aktivitas pelayaran dan kunjungan ke Taman Nasional Komodo dalam waktu singkat tidak terjadi dengan sendirinya. Ini hasil koordinasi cepat antara KSOP Labuan Bajo, pengelola kawasan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Kami mengapresiasi kesigapan seluruh pihak," jelas Andhy.

Di lain sisi, pergerakan di Bandara Komodo Labuan Bajo tetap beroperasi dengan mayoritas jadwal penerbangan berjalan sesuai alur. 

Langkah pembatalan penerbangan masih melanda sejumlah rute ke bandar udara di area NTT yang terkena imbas langsung, khususnya Bandara Haji Hasan Aroeboesman di Ende. 

Pihak BPOLBF pun terus memantau operasional sarana transportasi udara dan laut demi menjamin konektivitas bagi para pelancong.

Seiring beroperasinya kembali akses ke Taman Nasional Komodo, serangkaian destinasi favorit yang sempat terdampak kini dapat kembali disambangi oleh wisatawan, seperti Pulau Padar, Loh Liang Pulau Komodo, Loh Buaya Pulau Rinca, hingga Gili Lawa.

Merujuk pada pemberitaan Antara News, Senin (17/8/2026), sebelumnya seluruh tamu yang menginap di hotel area Labuan Bajo sempat dievakuasi menuju lokasi yang lebih aman, di antaranya area Natas Parapuar serta lapangan Rumah Sakit Umum Daerah Komodo.

 Saat ini, para tamu yang sempat dipindahkan dari Hotel Meurorah menuju Puncak Waringin telah kembali ke area hotel.

Akan tetapi, peristiwa gempa bumi tersebut memaksa dihentikannya sisa agenda kegiatan pada Festival Antar Agama dan Antar Budaya Golo Koe di Distrik Manggarai Barat. 

Pihak BPOLBF turut mengonfirmasi adanya kerusakan fisik secara struktural pada Hotel Jayakarta di Manggarai Barat, yang menyebabkan seluruh wisatawan di lokasi tersebut dipindahkan menuju hotel alternatif. Kerusakan signifikan juga dialami oleh Hotel Papita Mbay yang berada di Nagekeo.

Sementara itu, kerusakan berkategori ringan dilaporkan terjadi pada beberapa bangunan seperti Hotel Ayana, Ta'aktana Marriott, Crown, Menjaga Bay, Luwansa, Sudamala, serta Meurorah di area tersebut. Kerusakan ringan juga dicatatkan oleh pihak Restoran La Moringa dan Escape Bajo di Manggarai Barat.

Pihak kementerian mengonfirmasi bahwa pasokan listrik beserta akses jaringan internet telah kembali pulih di mayoritas hotel yang berada di wilayah terdampak gempa.

Dampak kerusakan lainnya juga dicatatkan pada area Pelabuhan Maumere Sikka, gedung Universitas Katolik St. Paul di Ruteng, Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng, hingga bangunan gereja Paroki Karot serta Borong.

Kementerian Pariwisata pun mengimbau segenap pelaku industri pariwisata, para wisatawan, serta warga setempat di lokasi terdampak gempa untuk tetap tenang dan menyerap pembaruan informasi hanya melalui saluran-saluran resmi.

Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index