JAKARTA — Momen refleksi diri umumnya dilakukan melalui sesi menulis jurnal secara sederhana. Namun, aktivitas ini dapat dioptimalkan lewat cara yang terbilang unik, seperti mengikuti tren yang tengah hangat di media sosial.
Saat ini, terdapat tren yang sedang marak di TikTok, yakni "My Favorite Person". Tren tersebut pada dasarnya berfokus pada sosok lain dalam kehidupanmu. Kendati demikian, bukan berarti tren ini tidak dapat diterapkan pada diri sendiri demi membangun rasa apresiasi serta kepercayaan diri.
Mengikuti tren TikTok untuk kepercayaan diri
Mengenal tren "My Favorite Person"
Secara garis besar, tren ini mengajak setiap orang untuk membagikan rekaman video mengenai sosok yang mereka sayangi, seperti anak, pasangan, atau hewan peliharaan.
"Tren ini mengundang orang untuk membagikan video tentang sosok yang mereka cintai sambil mengidentifikasi kualitas dan momen sehari-hari yang membuat sosok tersebut begitu istimewa," ujar psikoterapis Dipesh Patel, MBA, MSW, LCSW/LICSW, melansir Real Simple, Kamis (3/9/2026).
Patel menjelaskan bahwa tren tersebut menjadi wujud kesadaran relasional lantaran seseorang membagikan hal-hal yang biasanya tidak diutarakan dalam interaksi sehari-hari.
Pandangan senada disampaikan oleh terapis Chloë Bean, LMFT. Menurutnya, tren ini mencerminkan bentuk apresiasi yang mendalam serta penuh kelembutan kepada sosok penting dalam hidup.
"Ini tentang memerhatikan apa yang disukai oleh orang favoritmu, bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain dan dunia di sekitar mereka, serta apa yang membuat mereka menjadi diri mereka sendiri," jelas dia.
Bean melanjutkan, praktik rasa syukur ini dilakukan untuk orang lain yang hadir secara langsung, sehingga menciptakan koneksi emosional yang kuat karena mereka merasa dilihat dan dihargai keunikannya.
Mengapa perlu diterapkan pada diri sendiri?
Kendati tren ini lumrahnya menyoroti orang lain, menerapkannya pada diri sendiri rupanya menyajikan banyak manfaat positif. Menurut Bean, cara ini membantumu menghargai diri sendiri atas siapa dirimu, bukan sekadar apa yang kamu lakukan.
Kamu mampu menjadi sosok favorit bagi dirimu sendiri, sehingga rasa welas asih meningkat dan bisikan kritik dalam diri perlahan surut.
Sewaktu menjalankan tren ini, otakmu dilatih untuk memikirkan hal-hal baru. Alih-alih merenungi hal negatif, kamu mulai mengamati diri secara berbeda, yang sekaligus membantu menurunkan hormon stres lantaran tubuh merasa jauh lebih aman.
Pemahaman diri yang semakin mendalam ini menjadi fondasi krusial dalam menumbuhkan rasa percaya diri yang kokoh.
Tips memulai tren untuk apresiasi diri
Cobalah menjawab beberapa pertanyaan sebagai pembuka
Bagi sebagian orang, memulai tren untuk mengapresiasi diri ini mungkin terasa menantang, utamanya jika sudah terbiasa berfokus pada orang lain atau memiliki kritik batin yang tajam.
Sebagai langkah awal, kamu dapat mulai menjawab beberapa pertanyaan penuntun yang ramah diri. Misalnya bagaimana caramu menunjukkan kepedulian kepada orang lain.
Kemudian hal apa saja yang berjalan baik minggu ini, apa yang membuatmu tertawa dan merasa terhubung dengan sisi ceria. Selanjutnya adalah bagaimana caramu memperlakukan orang asing, serta nilai-nilai apa yang kamu pegang teguh dalam hidup.
Catat kualitas diri
Bean menyarankan agar kamu mencatat beragam kualitas diri melalui sudut pandang rasa penasaran alih-alih penghakiman. Langkah praktisnya dapat dimulai dari skala kecil.
"Pilih satu hal setiap hari untuk diperhatikan tentang dirimu, bisa berupa sesuatu yang kamu syukuri atau hal yang berjalan dengan baik," ujar dia.
Berpikir lebih spesifik terhadap sesuatu yang positif
Selain itu, cobalah bersikap spesifik sewaktu menyadari momen atau sifat yang positif. Sebagai contoh dengan berpikir "Saya mendengarkan keluh kesah teman dan menanyakan apa yang dia butuhkan", bukannya "Saya adalah orang yang baik".
Lakukan saat pikiran sedang tenang
Selanjutnya, apresiasi diri saat pikiranmu dalam kondisi tenang, serta sadari bahwa penolakan dari dalam diri kemungkinan besar akan hadir. Suara kritik di kepala mungkin akan menyebut bahwa mengikuti tren ini terasa konyol. Akan tetapi, hal tersebut wajar sebagai wujud pola pikir lama yang sedang diubah melalui latihan kesadaran secara berkala.
Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT