JAKARTA - Menjaga kesehatan kulit bagi seorang figur publik yang telah lama berkarier di industri kecantikan lintas generasi sering kali dianggap membutuhkan biaya sangat tinggi hanya demi mengikuti tren terbaru.
Namun, pandangan tersebut ditepis oleh aktris sekaligus Brand Ambassador Sciton, Diana Pungky, yang mempunyai prinsip sendiri. Ia tidak gampang terpengaruh oleh popularitas suatu metode kecantikan di pasaran.
Bagi artis senior ini, kedisiplinan merawat diri serta ketepatan dalam memilih dokter estetika jauh lebih krusial dibandingkan sekadar mencoba beragam tren kecantikan yang sedang populer.
Diana menegaskan bahwa investasi kesehatan kulit jangka panjang membutuhkan selektivitas dan edukasi mandiri dari setiap pasien, bukan hanya mengandalkan klaim instan tanpa dasar medis yang jelas.
Tips memilih dokter dan perawatan kecantikan
Tidak terpengaruh arus tren viral
Sebagai sosok yang sudah aktif menjalani berbagai prosedur perawatan kulit sejak usia belasan tahun, Diana menyadari krusialnya menyaring informasi sebelum menentukan tindakan klinis.
Ia menolak keras kebiasaan ikut-ikutan tren atau fear of missing out (FOMO) yang marak terjadi di masyarakat saat ini.
"Enggak FOMO sih. Jadi harus tanya-tanya juga, konsultasi sama dokter yang diperlukan apa," ungkap Diana dalam acara "Aesthetic Talk, Live Experience, and Media Session" yang digelar oleh Sciton di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Ia selalu meluangkan waktu untuk mengumpulkan ulasan dari orang-orang terdekatnya serta membaca pengalaman pengguna secara daring sebelum memutuskan mencoba suatu teknologi estetika.
Diana menyampaikan bahwa keamanan diri serta rekam jejak peralatan medis merupakan pertimbangan utama agar struktur wajahnya tidak rusak akibat prosedur yang salah.
Menganggap dokter estetika seperti kawan dekat
Selain sangat cermat terhadap penggunaan teknologi, kenyamanan berinteraksi dengan dokter spesialis merupakan hal mutlak bagi aktris ini.
Ia beranggapan bahwa hasil yang memuaskan dan sesuai harapan berawal dari keterbukaan pasien dalam menyampaikan kendala kulit secara terperinci.
Oleh sebab itu, Diana sangat menyarankan untuk mencari dokter estetika yang dapat diajak berdiskusi secara santai layaknya berbicara dengan teman akrab.
"Mungkin untuk dokter membuat kami jadi lebih kayak best friend-nya," ujar Diana.
Saat hambatan komunikasi yang kaku antara pasien dan dokter telah hilang, Diana merasa jauh lebih tenang, aman, dan mantap saat menjalani tindakan di klinik.
Komunikasi dua arah ini dinilai membantu dokter lebih memahami kondisi serta gaya hidup harian pasiennya, sehingga rekomendasi tindakan yang diberikan benar-benar pas dengan ekspektasi.
"Jadi kalau kayak best friend-nya kan kami jadi lebih kayak keluh kesah, kekurangannya apa, penginnya apa, kan kami jadi bisa lebih apa ya, lebih bisa curhat ke dokter itu," jelas Diana.
Memilih prosedur yang mendukung aktivitas harian
Aktivitas padat di dunia hiburan menuntut Diana untuk selalu tampil prima menggunakan riasan wajah secara terus-menerus.
Kebutuhan ini menjadi alasan utama mengapa ia lebih menyukai tindakan berintervensi ringan, seperti penggunaan teknologi BroadBand Light (BBL) dan MOXI, yang tidak mengganggu aktivitas kerjanya.
Ia secara khusus mengutamakan perawatan yang memungkinkan riasan wajah bisa langsung dipakai tanpa perlu melewati tahapan pemulihan kulit yang rumit.
Bagi Diana, perawatan yang dilakukan secara konsisten ini tidak sekadar membuat makeup menempel lebih sempurna dan tahan lama, tetapi juga efektif mendongkrak rasa percaya diri.
Ia membuktikan bahwa perawatan non-invasif seperti BBL dan MOXI yang dijalaninya terbukti efektif menjaga kelembapan serta menonjolkan kesehatan tekstur kulit, bahkan ketika dirinya sedang bersantai dan tidak berada di depan kamera.
"Jadi walaupun aku misalnya langsung pergi enggak pakai makeup pun aku juga percaya diri gitu loh karena fresh, mukanya sehat," tutup Diana.