Mengenal Bee's Breath, Teknik Pernapasan Redakan Cemas

Mengenal Bee's Breath, Teknik Pernapasan Redakan Cemas
Ilustrasi bernapas [FOTO: NET].

JAKARTA - Gejala kecemasan tak cuma berdampak pada kondisi pikiran, melainkan sanggup membuat fisik turut bereaksi, seperti detak jantung meningkat, ketegangan otot, hingga napas yang berubah makin memburu.

Menukil Real Simple, satu di antara metode yang sanggup membantu tubuh merasa lebih tenang yaitu breathwork, yakni praktik mengolah ritme pernapasan secara sadar.

Ada bermacam ragam teknik breathwork yang bisa diterapkan guna membantu mengontrol respons tubuh saat menghadapi stres. Salah satunya yaitu Bee’s Breath atau yang dikenal dengan istilah metode Bhramari.

Menurut paparan terapis pernapasan klinis bersertifikat, Alissa Powell, latihan breathwork sanggup dimanfaatkan guna mencapai sasaran fisiologis maupun psikologis tertentu.

Teknik Bee’s Breath untuk Bantu Redakan Cemas

Cara Melakukan Bee’s Breath 

Bee’s Breath dipraktikkan lewat cara menghirup udara secara perlahan melewati hidung. Sehabis itu, napas diembuskan dalam keadaan mulut terkatup sembari memicu bunyi dengungan yang halus dan panjang.

Bunyi dengungan itu menjadikan proses pelepasan napas berlangsung lebih lambat serta panjang. Sensasi getaran yang hadir di area sekitar tenggorokan dan saluran pernapasan bagian atas pun memberikan efek yang dapat dijadikan titik fokus tatkala pikiran tengah padat.

Powell menerangkan, metode ini sanggup membantu seseorang mengalihkan perhatian dari laju pikiran yang berpacu menuju sensasi fisik yang dialami tubuh.

“Dengungan secara alami mendorong embusan napas yang lebih lambat dan panjang,” ungkapnya.

Bee’s Breath juga memiliki keterkaitan dengan jaras sensorik yang terhubung ke saraf vagus. Saraf tersebut memegang peranan pada pengaturan sistem saraf parasimpatik sekaligus jalur komunikasi antara otak dan tubuh.

Kendati demikian, Powell tak mengategorikan teknik ini semata-mata sebagai sarana memicu saraf vagus secara langsung.

Menurut pengamatannya, Bee’s Breath lebih pas dimaknai sebagai metode yang menopang jejaring mekanisme saraf dan fisiologis dalam menciptakan relaksasi serta penataan sistem saraf otonom.

Jangan Bernapas Terlalu Dalam 

Kendati ditujukan untuk membuat fisik lebih rileks, breathwork bukan berarti kudu menghirup udara sebanyak-banyaknya. Untuk pemula, latihan dapat diawali selama beberapa menit terlebih dahulu. Usai terbiasa, praktik ini bisa dijalankan secara rutin tiap hari.

Powell menggarisbawahi bahwasanya fokus utama latihan bukan menampung udara sebanyak mungkin, melainkan membentuk pola napas yang terasa aman, nyaman, tenang, serta terkendali.

“Tujuannya bukan mengambil udara sebanyak mungkin,” tutur Powell.

Menaikkan volume napas terlalu dalam atau terlalu cepat malah berpotensi memicu rasa cemas berlebih bagi sebagian orang. Kondisi tersebut bisa menyusutkan kadar karbon dioksida di dalam tubuh hingga mengundang sensasi seperti pusing melayang, kesemutan, atau dada berdebar. 

Oleh sebab itu, Bee’s Breath sebaiknya dipraktikkan memakai ritme yang rileks tanpa dipaksakan. Apabila timbul rasa tak nyaman, latihan dapat langsung dihentikan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index