JAKARTA – Ada banyak tempat wisata bersejarah di Solo, Jawa Tengah. Wisatawan dapat mengenal sejarah musik Indonesia, berburu kuliner khas Solo, mencari barang antik, hingga menikmati karya seni.
Sejumlah destinasi tersebut juga menawarkan pengalaman wisata yang berbeda, dari kawasan heritage, pasar tradisional, hingga museum.
Berikut rekomendasi tempat wisata di Solo yang bisa menjadi pilihan untuk dikunjungi.
Rekomendasi tempat wisata di Solo yang kaya sejarah
1. Lokananta Bloc
Lokananta Bloc berlokasi di Jalan Ahmad Yani Nomor 379 A, Kerten, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Di tempat ini, pengunjung bisa mengenal sejarah musik Indonesia melalui galeri dan koleksi arsip musik, melihat studio rekaman bersejarah, menikmati pameran seni, serta berfoto di kawasan heritage.
Selain itu, tersedia berbagai pilihan kuliner dan tempat nongkrong. Beragam kegiatan seperti pertunjukan musik, lokakarya, diskusi, dan acara komunitas juga biasanya digelar secara berkala.
Untuk memasuki kawasan Lokananta Bloc, pengunjung tidak perlu mengeluarkan biaya atau gratis. Sementara itu, tiket Galeri Lokananta Bloc untuk pengunjung reguler atau dewasa dibanderol mulai Rp 40.000 per orang pada Senin-Jumat dan Rp 45.000 per orang pada Sabtu-Minggu.
Tiket untuk anak-anak dengan tinggi di atas 100 sentimeter, pelajar, dan senior dikenakan tarif mulai Rp 30.000 per orang.
Lokananta Bloc buka setiap hari. Galeri Lokananta beroperasi pukul 10.00 WIB sampai 20.00 WIB, sedangkan kawasan Lokananta buka pukul 08.00 WIB sampai 24.00 WIB.
2. Pasar Gede Hardjonagoro
Pasar Gede Hardjonagoro berlokasi di Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Pengunjung bisa berburu berbagai kuliner khas Solo, seperti nasi liwet, timlo, tengkleng, selat Solo, cabuk rambak, dan dawet telasih. Selain kuliner, pengunjung juga bisa membeli jajanan pasar, oleh-oleh, bahan makanan, dan produk tradisional.
Suasana pasar tradisional yang sudah bersejarah juga dapat dinikmati saat berada di tempat ini. Bangunan Pasar Gede yang memadukan unsur kolonial dan Jawa juga dapat menjadi pilihan untuk berfoto sekaligus melihat sisi sejarah Kota Solo.
Pasar Gede Hardjonagoro buka setiap hari dan beroperasi selama 24 jam.
3. Pura Mangkunegaran
Pura Mangkunegaran berada di Jalan Ronggowarsito, Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Di destinasi ini, pengunjung dapat mengikuti tur berpemandu untuk menjelajahi kompleks istana, melihat Pendhapa Ageng dan Pringgitan, serta mengenal sejarah dan koleksi benda bersejarah Mangkunegaran.
Pengunjung juga dapat menikmati arsitektur Jawa dan Eropa, koleksi museum, serta berbagai pertunjukan seni seperti tari dan gamelan pada waktu tertentu. Kawasan ini juga cocok untuk berfoto dan menikmati suasana kompleks keraton.
Harga tiket masuk Pura Mangkunegaran dibanderol mulai Rp 35.000. Pura Mangkunegaran buka setiap hari. Tur resmi berlangsung setiap 30 menit mulai pukul 09.00 WIB hingga sesi terakhir pukul 15.30 WIB, dengan durasi maksimal 90 menit.
4. Pasar Triwindu
Selain Pasar Gede Hardjonagoro, Pasar Triwindu bisa menjadi pilihan lain untuk dikunjungi ketika liburan ke Solo.
Di pasar ini, pengunjung bisa berburu dan membeli berbagai barang antik serta koleksi klasik, seperti uang kuno, keramik, lampu, radio, mesin ketik, patung, wayang, jam, hingga kerajinan khas Jawa.
Selain berbelanja, pengunjung juga bisa melihat koleksi tempo dulu, bernostalgia, dan berfoto dengan suasana pasar yang bernuansa vintage. Pasar Triwindu juga cocok untuk mencari suvenir atau dekorasi unik, dan dibuka mulai pukul 09.00 WIB sampai 16.00 WIB setiap hari.
5. Museum Tumurun
Museum Tumurun berlokasi di Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 2, RW.4, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Pengunjung dapat menikmati dan mengapresiasi berbagai karya seni modern dan kontemporer dari seniman lokal maupun regional, termasuk koleksi permanen serta pameran khusus yang digelar secara berkala.
Selain itu, pengunjung dapat melihat berbagai instalasi seni dan karya seniman yang sedang berkembang maupun yang telah dikenal luas. Pengunjung juga dapat berfoto di karya-karya tersebut.
Harga tiket masuk Museum Tumurun sebesar Rp 50.000 dan buka Selasa sampai Minggu pukul 10.00 WIB sampai 16.00 WIB.