TPIA Pegang Lisensi Mercy Hingga Kia Usai Akuisisi Cycle & Carriage

Jumat, 21 Agustus 2026 | 02:44:03 WIB
PT Chandra Asri Pacific Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA – Perusahaan terbuka kepunyaan Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) bakal menjadi entitas pemegang sejumlah lisensi keagenan otomotif di Singapura serta Malaysia setelah penuntasan akuisisi Cycle & Carriage. 

Berbagai merek global seperti Mercedes-Benz, Peugeot, sampai Kia nantinya berada di bawah naungan Chandra Asri.

Adapun Cycle & Carriage merupakan entitas bisnis otomotif yang telah memiliki rekam jejak panjang di kawasan regional sejak 1899 dan menaungi beberapa merek terkemuka dunia di pasar Singapura dan Malaysia. 

Perusahaan ini berstatus anak usaha Jardine Cycle & Carriage yang mengoperasikan unit bisnis otomotif di Singapura serta Malaysia, dengan porsi kepemilikan saham berturut-turut 100% dan 97,1%.

Di Singapura, deretan merek kondang telah didatangkan oleh Cycle & Carriage, seperti Mercedes-Benz, Mitsubishi Motors, Kia, Citroën, DS Automobiles, Maxus, ORA, Smart, Peugeot, hingga Leapmotor.

 Mercedes merupakan salah satu lini merek perdana yang diboyong C&C dari daratan Eropa pada 1851. Sementara itu, brand mobil ternama Kia asal Korea Selatan baru diageni oleh C&C pada era 2000 setelah sebelumnya memboyong Mitsubishi Motors pada 1977 dari Jepang.

Sementara di area Malaysia, C&C turut memegang sejumlah hak lisensi yang relatif identik dengan portofolio bisnisnya di Singapura. Merek-merek seperti Mercedes-Benz, Leapmotor, Peugeot, sampai Kia turut menjadi bagian dari portofolio usaha C&C di Negeri Jiran.

Menilik laporan keuangan sepanjang semester I/2026, C&C sebetulnya mencatatkan akumulasi laba yang disetorkan kepada Jardine Cycle & Carriage Ltd. sebesar US$11,8 juta. Perolehan tersebut mengalami koreksi jika dibandingkan dengan raihan US$16,3 juta pada periode serupa 2025.

Pihak manajemen menerangkan bahwa penurunan kontribusi C&C terjadi dipicu oleh penjualan mobil penumpang baru di Singapura yang menyusut 20%. Kondisi senada juga terjadi pada transaksi penjualan mobil bekas yang melorot 16%.

Sebelumnya, melalui keterbukaan informasi di Bursa Singapura, manajemen Jardine Cycle & Carriage Limited menjelaskan aksi transaksi akuisisi yang dijalankan Chandra Asri bakal menyumbang potensi keuntungan sebesar US$221 juta bagi Jardine C&C.

”Estimasi harga pembelian atas Aset yang Dijual yang akan dibayarkan secara tunai oleh Pembeli kepada Perseroan pada saat penyelesaian transaksi adalah sekitar S$265 juta atau sekitar US$207 juta. Transaksi yang diusulkan tersebut akan menghasilkan keuntungan dari pelepasan aset sekitar US$221 juta,” kata manajemen dikutip Jumat (21/8/2026).

Adapun JC&C menerangkan bahwasanya pelepasan unit bisnis otomotif ini ditujukan demi mendongkrak tingkat imbal hasil bagi pemegang saham melalui skema pengelolaan portofolio secara aktif dan penataan alokasi modal yang terukur.

Di samping itu, langkah transaksi tersebut turut memberikan jalan bagi perseroan guna merealisasikan value dari lini usaha Cycle & Carriage sejalan dengan fokus perseroan pada pasar utama di Indonesia lewat PT Astra International Tbk. 

(ASII) serta di Vietnam melalui Truong Hai Group Corporation, Refrigeration Electrical Engineering Corporation, atau Vietnam Dairy Products Joint Stock Company.

“Secara keseluruhan, Transaksi yang Diusulkan memungkinkan JC&C merealisasikan nilai dari bisnis Cycle & Carriage seiring dengan fokus kami pada pasar inti di Indonesia dan Vietnam, serta memberikan hasil yang positif bagi pemegang saham, sekaligus menempatkan Cycle & Carriage pada posisi yang tepat untuk terus berkembang di bawah pemilik barunya,” tegasnya.

Tags

Terkini