China Tekan Iran Kendalikan Houthi usai Serangan Drone ke Arab Saudi

China Tekan Iran Kendalikan Houthi usai Serangan Drone ke Arab Saudi

NARASIINDONESIA.ID — Serangan drone Houthi di Taif, Arab Saudi, menewaskan seorang warga Yaman dan melukai dua orang lainnya, termasuk seorang wanita Saudi dan warga Pakistan yang kondisinya kritis. Insiden ini mempercepat langkah diplomatik Riyadh yang meminta China menekan Iran agar mengendalikan kelompok Houthi di Yaman. Permintaan itu muncul setelah Houthi bergerak cepat di sepanjang pesisir Laut Merah dan sekitar Selat Bab el-Mandeb.

Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi menyatakan timnya telah merespons serangan drone yang diluncurkan Houthi pada Kamis. Insiden di Taif itu juga menyebabkan kerusakan materi pada bangunan sipil dan kendaraan.

Keterangan tersebut disampaikan melalui Saudi Press Agency (SPA) pada Jumat (18/9/2026). Dua korban luka adalah seorang wanita Arab Saudi dan seorang warga Pakistan yang berada dalam kondisi kritis. Pihak direktorat menyebut prosedur darurat standar telah diterapkan usai insiden.

Permintaan Riyadh ke Beijing dan Peran Iran

Arab Saudi meminta bantuan China setelah Houthi bergerak maju dengan cepat di sepanjang pesisir Laut Merah dan di sekitar Selat Bab el-Mandeb. Menurut tiga sumber Iran yang mengetahui masalah tersebut, Beijing secara diam-diam menekan Teheran untuk mengendalikan kelompok Houthi.

Langkah Houthi itu membuat ekspor minyak dan pelayaran Saudi menjadi lebih rentan. Posisi Selat Bab el-Mandeb yang strategis menjadikannya jalur vital bagi pengiriman energi dari kawasan ke pasar global.

China belum memberikan pernyataan resmi soal tekanan yang disebut dilakukan terhadap Iran. Sumber-sumber Iran yang dikutip menyebut upaya Beijing berlangsung tanpa publikasi, sehingga belum bisa diverifikasi secara independen.

Mengapa China Dilibatkan

China memiliki hubungan dagang dan diplomatik yang kuat dengan Iran, sekaligus menjadi pembeli utama minyak Saudi. Posisi itu membuat Beijing dipandang Riyadh sebagai pihak yang bisa menjembatani kepentingan kedua negara.

Iran sendiri memiliki kaitan dengan Houthi, meski Teheran berulang kali membantah memberikan dukungan militer langsung. Hubungan itu yang menjadi alasan Riyadh meminta China menggunakan pengaruhnya.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pemerintah Iran maupun Houthi soal permintaan Arab Saudi kepada China. Sejumlah pengamat menilai efektivitas tekanan Beijing masih bergantung pada kepentingan strategisnya di kawasan.

Serangan Drone dan Kerusakan di Taif

Serangan drone yang ditembak jatuh pasukan Arab Saudi menjadi insiden terbaru dalam rangkaian ketegangan di perbatasan selatan. Puing-puing drone yang jatuh di Taif menimpa kawasan permukiman dan menimbulkan korban sipil.

Warga Yaman yang tewas disebut sebagai korban puing di lokasi kejadian. Sementara warga Pakistan yang terluka kritis kini mendapat perawatan intensif.

Direktorat Pertahanan Sipil menyatakan kerusakan material tercatat pada sejumlah bangunan dan kendaraan. Belum ada laporan resmi soal nilai kerugian dari insiden tersebut.

Yang Ditunggu Selanjutnya

Perkembangan berikutnya bergantung pada respons Iran dan Houthi atas tekanan China. Riyadh disebut terus memantau pergerakan kelompok Houthi di sekitar Selat Bab el-Mandeb.

Belum ada jadwal pertemuan lanjutan antara pihak China, Iran, dan Arab Saudi yang diumumkan secara resmi. Situasi di Laut Merah tetap menjadi perhatian karena dampaknya pada jalur pelayaran internasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index