Protelindo Milik Grup Djarum Kuasai 10,86% Saham Bakrie Telecom (BTEL)

Senin, 24 Agustus 2026 | 23:44:32 WIB
PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) [FOTO: NET].

JAKARTA — Entitas usaha Grup Djarum, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), resmi mengantongi 4,85 miliar lembar saham PT Bakrie Telecom Tbk. (BTEL) dari skema konversi Obligasi Wajib Konversi (OWK).

Merujuk pada keterbukaan laporan kepemilikan saham yang diserahkan Protelindo kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 24 Agustus 2026, Protelindo tercatat memegang 4.846.785.385 saham BTEL atau mencakup 10,86% dari total hak suara.

Sebelum transaksi tersebut dieksekusi, Protelindo tercatat belum memiliki saham BTEL. Pascatransaksi yang berlangsung pada 20 Agustus 2026, porsi kepemilikannya menjadi 4.846.785.385 saham dengan status kepemilikan tidak langsung. 

Transaksi itu direalisasikan pada tingkat harga Rp200 per saham, sehingga nilai saham yang diperoleh Protelindo dari hasil konversi OWK mencapai sekitar Rp969,36 miliar.

"Jenis transaksi diklasifikasikan sebagai Repurchase Agreement, sedangkan tujuan transaksi disebut sebagai penerimaan hasil konversi kepemilikan Obligasi Wajib Konversi," tulis pengumuman Bursa, Senin (24/8/2026).

Protelindo sendiri bukan merupakan bagian dari jajaran direksi maupun dewan komisaris BTEL. Setelah perampongan transaksi ini, Protelindo menggenggam hak suara sebesar 10,86% di BTEL.

Protelindo merupakan anak usaha dari PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) yang bertindak sebagai induk perusahaan. Hingga Maret 2026, perseroan memiliki serta mengoperasikan kisaran 36.572 menara telekomunikasi dengan 60.734 penyewa (tenant). 

Di luar lini bisnis menara, Protelindo juga menguasai rentangan jaringan fiber optik sepanjang sekitar 181.700 kilometer yang membentang terutama di Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.

Kegiatan usaha utama Protelindo adalah menyewakan ruang pada menara telekomunikasi multi-tenant kepada para penyedia layanan jaringan nirkabel di Indonesia berdasarkan kontrak sewa jangka panjang. 

Area yang disewakan mencakup ruang vertikal menara guna penempatan antena radio frequency dan microwave, serta area tapak lokasi untuk fasilitas shelter, kabinet perangkat elektronik, hingga tempat penyimpanan catu daya.

Di samping itu, Protelindo turut memfasilitasi layanan fiber to the tower (FTTT) yang ditujukan guna meningkatkan nilai serta efisiensi utilitas jaringan bagi perseroan telekomunikasi, sekaligus menopang laju pertumbuhan trafik data. 

Hingga akhir Maret 2026, perseroan mengelola lebih dari 237.800 kilometer jaringan fiber yang mendatangkan pendapatan. 

Untuk lini fiber to the home (FTTH), Protelindo menggenggam aset yang menjangkau sekitar 1.828.600 home passes dengan 26.742 aktivasi per akhir Maret 2026.

Portofolio menara dan fiber optik Protelindo yang tersebar secara geografis mencakup berbagai daerah di Indonesia. 

Perseroan menegaskan bahwa langkah diversifikasi tersebut makin mengokohkan posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital yang mampu mengakomodasi kebutuhan operator komunikasi nirkabel di tingkat nasional, regional, lokal, hingga perusahaan yang tengah berkembang.

Dalam operasionalnya, Protelindo berdiri secara independen dari operator komunikasi nirkabel dan didukung oleh basis pelanggan yang beragam. 

Jajaran pelanggan utama perseroan mencakup sejumlah operator telekomunikasi papan atas di Indonesia, antara lain PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL), dan PT Indosat Tbk. (ISAT).

Tags

Terkini