Pendapatan Naik 77%, SWAP Siapkan Transformasi Lewat IPO

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:25:33 WIB
PT Swayasa Prakarsa Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Swayasa Prakarsa Tbk. (SWAP) berhasil membukukan lonjakan pendapatan di kisaran 77% sepanjang semester I/2026 apabila dibandingkan dengan rentang periode yang sama pada tahun lalu. 

Pertumbuhan kinerja tersebut menjadi modal kuat bagi perseroan dalam melangkah ke pasar modal melalui aksi penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Di samping menorehkan pertumbuhan pendapatan, perseroan juga sanggup memangkas nilai kerugian bersih hingga 82,9% pada semester I/2026. 

Penyehatan kinerja finansial tersebut mencerminkan konsistensi SWAP dalam menggenjot efisiensi operasional, merapikan struktur beban biaya, serta memaksimalkan kontribusi dari deretan produk andalan.

Direktur Utama PT Swayasa Prakarsa Tbk. Bondan Ardiningtyas menyampaikan bahwa ekspansi bisnis tersebut bakal terus diperkokoh melalui peningkatan kapasitas pabrikasi, penguatan kanal distribusi, perluasan jangkauan pasar, hingga pengembangan produk yang memiliki potensi pendapatan berulang.

“Transformasi yang kami lakukan diarahkan untuk membangun perusahaan berbasis inovasi dengan fundamental yang kuat. Kami ingin memastikan pertumbuhan perusahaan berjalan seiring dengan penerapan tata kelola yang baik dan kemampuan untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat, mitra, pemegang saham, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujar Bondan dalam keterangan resminya, Minggu (30/8/2026).

Capaian kinerja pada semester I/2026 tersebut menjadi bekal bagi SWAP untuk melanjutkan tahapan IPO. Periode book building perseroan telah berlangsung pada 22–27 Agustus 2026 dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 323 juta lembar saham baru, atau setara 30,30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO.

Dalam masa penawaran awal itu, SWAP menetapkan patokan kisaran harga sebesar Rp130–Rp140 per saham. 

Dengan skema harga tersebut, perseroan berpeluang mengumpulkan dana segar kotor hingga maksimal Rp45,22 miliar dari gelaran aksi korporasi ini.

Pasca-berakhirnya masa book building, perseroan mendampingi penjamin pelaksana emisi efek PT Sukadana Prima Sekuritas akan menetapkan patokan harga penawaran final dengan memperhitungkan respons penawaran awal serta dinamika kondisi pasar.

Mengacu pada jadwal indikatif, SWAP membidik perolehan surat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 31 Agustus 2026. 

Selanjutnya, periode penawaran umum diagendakan bergulir pada 2–8 September 2026, sebelum akhirnya pencatatan saham perseroan secara resmi dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 September 2026.

Bondan menekankan bahwa agenda IPO bagi SWAP bukan semata-mata manuver korporasi demi mendapatkan suntikan modal, melainkan menjadi pijakan transformasi perseroan menuju entitas yang makin transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

“Bagi kami, IPO bukan sekadar aksi korporasi untuk memperoleh pendanaan. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi PT Swayasa Prakarsa menjadi perusahaan yang semakin transparan, akuntabel, dan berkelanjutan, sekaligus memperluas dampak inovasi kesehatan,” katanya.

Seirama dengan alur menuju perusahaan terbuka, SWAP memperkuat fondasi bisnis serta tata kelola lewat penyempurnaan manajemen, penguatan sistem pengawasan internal, peningkatan mutu pelaporan keuangan, penataan proses operasional, pembinaan sumber daya manusia, hingga ekspansi jaringan manufaktur dan pemasaran.

Alokasi dana hasil IPO diharapkan sanggup mengakselerasi komersialisasi riset kesehatan, menggenjot kapasitas produksi, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat struktur modal kerja perseroan.

Didirikan sejak 2012, SWAP merupakan bagian dari ekosistem hilirisasi hasil riset perguruan tinggi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mengembagkan lini bisnis pada tiga bidang utama, yakni perangkat alat kesehatan, obat tradisional dan produk herbal, serta produk pangan fungsional.

Perseroan memproduksi deretan varian alat kesehatan untuk kebutuhan perawatan luka, bedah saraf, praktik kedokteran gigi, hingga alat bantu pernapasan. Beberapa produk tersebut meliputi RZ-VAC Negative Pressure Wound Therapy, INA-SHUNT, CeraSpon, Gama-CHA, ventilator Venindo, serta DivaBirth.

Selain perangkat medis, SWAP turut meracik produk herbal dan pangan fungsional berbasis riset akademis. Perseroan bermitra erat dengan para peneliti, tenaga medis, mitra industri, fasilitas layanan kesehatan, serta jaringan distribusi untuk mempercepat komersialisasi hasil riset menjadi produk siap pakai bagi masyarakat luas.

Tags

Terkini