Merger MTEL-TBIG Dinilai Wajar Selama Sesuai Roadmap

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:18:01 WIB
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia. (Foto: NET)

JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia memberikan tanggapan terkait wacana penggabungan usaha (merger) antara emiten menara telekomunikasi BUMN PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel dengan perusahaan swasta PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG). 

Rencana peleburan antara perusahaan pelat merah dan swasta tersebut dipandang sebagai suatu langkah yang terbuka untuk dilakukan.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyatakan bahwa dirinya belum mengetahui secara mendalam mengenai informasi potensi merger dari kedua emiten telekomunikasi tersebut. Pasalnya, isu yang beredar di tengah masyarakat ini, jika memang ada, masih berada pada tataran korporasi.

"Nanti saya cek bagaimana. Karena itu kan aksi korporasi, bukan aksi pemegang saham. Jadi kami mesti cek dari mereka. Apakah itu bagian daripada corporate strategy mereka," ujarnya kepada wartawan saat dimintai konfirmasi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Berdasarkan pandangan Dony, proses penggabungan antara entitas BUMN dan swasta merupakan hal yang sangat dimungkinkan asalkan hal tersebut tercakup di dalam peta jalan (roadmap) maupun agenda kerja masing-masing perseroan.

Meskipun demikian, Dony memilih untuk tidak memberikan ulasan lebih mendalam terkait wacana tersebut. Dirinya menyarankan agar berbagai pertanyaan yang bersifat teknis dapat diarahkan langsung kepada pihak induk usaha Mitratel, yakni PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM).

"Memungkinkan saja, enggak ada masalah selama kalau itu bagian dari roadmap. Pada dasarnya kan setiap perusahaan punya rencana kerja masing-masing. Nanti coba ditanyakan ke Telkom bagaimana prosesnya, kan mereka punya hierarkirnya," terangnya pria yang juga Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN itu.

Merujuk pada catatan pemberitaan Bisnis sebelumnya, rencana peleburan usaha antara PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) diproyeksikan mampu mengubah peta persaingan sektor infrastruktur telekomunikasi secara mendasar.

Apabila rencana penggabungan tersebut benar-benar terwujud, para pelaku usaha penyedia menara lain di industri serupa, seperti PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR), diantisipasi bakal menghadapi tingkat persaingan yang tergolong cukup ketat.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi berpendapat bahwa terbentuknya korporasi baru hasil penyatuan MTEL dan TBIG bakal memunculkan kekuatan baru dengan penguasaan aset menara yang sangat dominan. Situasi tersebut secara otomatis bakal mendorong eskalasi tingkat kompetisi di ranah penyediaan infrastruktur.

"Jika merger terealisasi, MTEL-TBIG akan menjadi pemain menara dengan skala sangat besar, sehingga tekanan kompetisi terhadap TOWR dan pemain lain pasti meningkat," ujar Heru, Senin (24/8/2026).

Tags

Terkini