JAKARTA — PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) sebagai emiten pengelola jalan tol melakukan perluasan fungsi Travoy menjadi ekosistem pendukung perjalanan masyarakat sebagai bentuk pengembangan transformasi layanan berbasis digital.
Rivan A. Purwantono selaku Direktur Utama JSMR menyatakan bahwa pengembangan layanan digital ini dilakukan sebagai bagian dari upaya perseroan dalam menyesuaikan layanan dengan kebutuhan pengguna.
“Jasa Marga menginginkan tidak hanya menghubungkan jalan, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” ujarnya dalam pernyataan tertulis pada Minggu (30/8/2026).
Perseroan berupaya mengintegrasikan kebutuhan perjalanan ke dalam satu ekosistem digital melalui Travoy yang diperkenalkan dalam ajang Danantara Housing Expo 2026. Berbagai informasi serta layanan pendukung dapat dimanfaatkan oleh pengguna pada tahap persiapan perjalanan melalui aplikasi tersebut.
Ketika perjalanan berlangsung, aplikasi ini terhubung langsung dengan beragam kebutuhan pengguna jalan tol mulai dari fasilitas informasi di rest area hingga kemudahan transaksi.
Selain itu, akses ke One Call Center 133 juga disiapkan bagi pengguna yang mengalami kendala di perjalanan untuk mendapatkan bantuan petugas di lapangan serta layanan derek.
Fitur Travoy Rest turut dikembangkan oleh JSMR guna menyajikan informasi terkait fasilitas tempat istirahat seperti ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Dari segi transaksi, pengguna diberikan kemudahan lewat fitur transaksi nirsentuh berbasis stiker RFID, pengisian saldo (top up), hingga struk digital (digital receipt).
Ia menambahkan bahwa integrasi informasi perjalanan menjadi aspek yang semakin krusial di tengah tren perkembangan kendaraan listrik, perubahan pola mobilitas, serta tingginya permintaan layanan digital.
Oleh karena itu, tantangan perseroan ke depan tidak hanya berfokus pada pemeliharaan kualitas jalan tol, melainkan juga memastikan layanan pendukungnya mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku pengguna.
“Pengembangan Travoy menunjukkan arah transformasi perseroan yang mulai menempatkan pengalaman pengguna sebagai bagian dari layanan jalan tol,” imbuhnya.
Di sisi lain, JSMR mencatatkan perolehan pendapatan usaha sebesar Rp5,1 triliun sepanjang kuartal I/2026 yang menunjukkan pertumbuhan 10,4% apabila dibandingkan periode serupa tahun lalu.
Kinerja pendapatan tersebut terdiri atas pendapatan tol senilai Rp4,7 triliun serta pendapatan usaha lainnya sejumlah Rp397,6 miliar, yang masing-masing mengalami peningkatan berurutan sebesar 9,4% dan 24,4% dari periode sebelumnya.
Meskipun demikian, laba bersih perseroan pada kuartal I/2026 berada di angka Rp774,7 miliar yang mengalami sedikit koreksi secara tahunan akibat kenaikan biaya keuangan seiring pengoperasian Jalan Tol Jogja - Solo.