CUAN Incar Jadi Pengendali SINI, Cek Peta Pemegang Saham Terbesar

Jumat, 04 September 2026 | 21:54:02 WIB
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) [FOTO: NET].

JAKARTA — Emiten Prajogo Pangestu PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) sedang bernegosiasi untuk menjadi pengendali PT Singaraja Putra Tbk. (SINI). Di tengah proses tersebut, lima pemegang saham tercatat menguasai lebih dari 5% saham SINI.

Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek SINI per akhir Juli 2026, terdapat lima pemegang saham yang menguasai lebih dari 5% saham perseroan. Dua di antaranya merupakan entitas yang telah dimiliki secara langsung maupun tidak langsung oleh CUAN.

PT Petrosea Tbk. (PTRO) menjadi pemegang saham terbesar SINI dengan kepemilikan 239,11 juta saham atau setara 19,88%. Selanjutnya, PT Autum Prima menggenggam 204,3 juta saham atau 16,99%, disusul PT Kreasi Jasa Persada dengan kepemilikan 94,94 juta saham atau 7,9%.

Adapun Ever Grace International tercatat menguasai 90 juta saham SINI atau setara 7,48%. Sementara itu, Batubara Development memiliki 74,53 juta saham atau 6,2%.

Berikut daftar pemegang saham SINI berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per akhir Juli 2026:

Pemegang SahamJumlah SahamPersentase

PT Petrosea Tbk. (PTRO)239.105.00019,88%PT Autum Prima204.300.00016,99%PT Kreasi Jasa Persada94.940.0007,90%Ever Grace International90.000.0007,48%Batubara Development74.530.0006,20%Pemegang Saham <5% – Non Warkat499.575.00041,55%Total1.202.450.000100,00%

PTRO dan PT Kreasi Jasa Persada merupakan entitas yang menjadi bagian dari kepemilikan CUAN di SINI. Secara langsung maupun tidak langsung, CUAN telah memiliki 27,78% saham SINI.

Direktur Utama CUAN Michael mengatakan perseroan tengah melakukan negosiasi dengan pemegang saham SINI terkait rencana pengambilalihan. Negosiasi tersebut mencakup pembahasan mengenai mekanisme, harga, hingga waktu penyelesaian transaksi.

"Pada tanggal pengumuman ini diterbitkan, CUAN (melalui entitas anaknya, PT Kreasi Jasa Persada dan PT Petrosea Tbk) telah memiliki, secara langsung maupun tidak langsung, sebesar 27,78% dari modal ditempatkan dan disetor SINI dan sedang melakukan negosiasi dengan pemegang saham SINI," kata Michael dalam keterbukaan informasi, Jumat (4/9/2026).

Apabila negosiasi mencapai kesepakatan dan seluruh persyaratan serta persetujuan yang diperlukan terpenuhi, CUAN melalui entitas anaknya ditargetkan menjadi pemegang saham terbesar sekaligus memiliki pengendalian terhadap arah dan kebijakan serta manajemen SINI.

Rencana pengambilalihan SINI menjadi bagian dari strategi CUAN untuk memperluas bisnis dan memperkuat posisi grup di sektor pertambangan dan jasa pertambangan. Manajemen CUAN menyebut aksi korporasi tersebut ditujukan untuk menambah aset grup, memperluas jaringan usaha, serta mendukung rencana pengembangan usaha jangka panjang perseroan.

 Tujuan tersebut sejalan dengan ambisi CUAN untuk membangun perusahaan pertambangan dan jasa pertambangan yang terintegrasi.

"Tujuan dari Rencana Pengambilalihan ini adalah antara lain, untuk menambah aset grup CUAN, memperluas jaringan usaha, serta sebagai bagian dari rencana pengembangan usaha jangka panjang grup CUAN untuk menjadi perusahaan pertambangan dan jasa pertambangan yang terintegrasi," tambah Michael.

CUAN menegaskan seluruh proses pengambilalihan, termasuk perkembangan negosiasi, akan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.

Sesuai ketentuan tersebut, apabila rencana pengambilalihan selesai dan CUAN menjadi pengendali baru SINI, perseroan atau perusahaan terkendali CUAN yang ditunjuk akan melaksanakan penawaran tender wajib terhadap saham SINI.

PTRO Perkuat Porsi di SINI

Kepemilikan PTRO di SINI meningkat setelah Petrosea berpartisipasi dalam pelaksanaan rights issue SINI yang rampung pada 23 Juli 2026. Dalam aksi korporasi tersebut, PTRO melakukan penyertaan modal sekitar Rp1,19 triliun. Setelah transaksi rampung, kepemilikan Petrosea di SINI meningkat menjadi 19,88%.

Sejalan dengan rights issue tersebut, PTRO juga menyelesaikan divestasi 99,99% saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) kepada SINI. 

KMS merupakan entitas yang memiliki penyertaan saham pada PT Cristian Eka Pratama (CEP), perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) batu bara yang beroperasi di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Dengan rampungnya transaksi tersebut, CEP yang sebelumnya berada dalam portofolio Petrosea kini menjadi bagian dari aset pertambangan SINI. Portofolio pertambangan SINI juga mencakup PT Persada Kapuas Prima (PKP), PT Pasir Bara Prima (PBP), PT Pesona Bara Cakrawala (PBC), dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP) yang tersebar di Kalimantan Tengah. PTRO menjelaskan CEP, PBP, PBC, dan CBP juga merupakan klien jasa kontrak pertambangan Petrosea.

Presiden Direktur Petrosea Michael mengatakan perseroan melihat industri batu bara masih memiliki peran penting sebagai sumber energi sekaligus dalam menopang ketahanan energi nasional.

"Ke depan, kami meyakini bahwa industri pertambangan batubara tetap menjadi tulang punggung sumber energi yang terjangkau, serta mendukung ketahanan energi nasional," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/7/2026).

Tags

Terkini