DMAS Bakal Revisi Naik Target Prapenjualan Hingga Akhir 2026

Senin, 07 September 2026 | 02:55:31 WIB
ILUSTRASI Puradelta Lestari (DMAS) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang sekaligus pengelola kawasan terpadu modern berbasis industri Kota Deltamas, berencana menaikkan target prapenjualan sampai akhir 2026.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS Tondy Suwanto menuturkan, penyesuaian tersebut ditempuh usai mencermati pertumbuhan tren industri serta kinerja keuangan. Peningkatan ini turut mempertimbangkan potensi permintaan yang saat ini berada dalam antrean perseroan.

"Kami akan melakukan revise up atau merevisi target yang sudah ditentukan di awal tahun," kata dia dalam paparan publik, Senin (7/9/2026).

Ia menambahkan, saat ini besaran angka revisi target itu masih dibicarakan di internal perusahaan.

"Kalau revise up itu kan pasti positif, cuma belum dapat kita paparkan," imbuh dia.

Tondy menerangkan, saat ini masih ada lahan seluas 85 hektare yang masuk ke dalam pipeline DMAS. Poin tersebut membuat perseroan makin optimistis menatap kinerja mendatang.

"Artinya beberapa pasti dapat kami realisasi lah melihat demand yang ada," terang dia.

Secara fundamental, salah satu faktor yang menebalkan kepercayaan diri perusahaan yakni kondisi bebas utang atau loan free.

"Ini cukup untuk capex dan sebagainya. Jadi saya kira denga posisi demans yang besar dan saat ini, kita sedang membicarakan dengan beberapa pihak prospek buyer, kami optimistis dapat melebihi," tutup dia.

Sampai semester I-2026, DMAS sudah mencatatkan prapenjualan sebesar Rp 1,15 triliun. Capaian marketing sales perseroan di paruh pertama 2026 ini setara 55 persen dari target tahunan yang senilai Rp 2,08 triliun.

DMAS membukukan pendapatan senilai Rp 1,8 triliun pada semester pertama 2026. Angka tersebut melonjak hampir tiga kali lipat secara tahunan bila dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 613,36 miliar.

Di sisi lain, laba bersih DMAS tercatat sebesar Rp 1,10 triliun pada periode yang sama. Hasil tersebut melesat 175 persen secara tahunan dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 433 miliar.

Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Tags

Terkini