Sambut HUT Ke-57, Pertamina Trans Kontinental Gaungkan Prinsip SIAP

Minggu, 13 September 2026 | 18:35:33 WIB
PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menggaungkan prinsip solutive, integrity, adaptive, and proven atau SIAP dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-57 perusahaan yang jatuh pada 9 September 2026.

Direktur Utama PTK Harris Abdi Sembiring Meliala dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, mengutarakan bahwa sebagai bagian dari Subholding Integrated Marine Logistics (IML) PT Pertamina (Persero), PTK siap memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada para pelanggan.

"Hari jadi ini memperkuat komitmen kami dalam melayani negeri, dengan menekankan prinsip SIAP, yakni solutive, integrity, adaptive, proven," ujar dia.

Menurut keterangannya, nilai PTK SIAP merefleksikan keterpaduan antardirektorat, sehingga pihak perusahaan siap memberikan layanan terbaik kepada pelanggan demi mencapai target bisnis, keandalan operasional, hingga tata kelola perusahaan yang unggul.

Harris menyambung bahwa PTK menyediakan jasa kemaritiman baik untuk pemenuhan kebutuhan armada captive maupun non-captive. PTK secara konsisten mengedepankan keunggulan operasional (operational excellence) bagi para pengguna jasa seiring pengalaman perusahaan yang semakin matang.

"PTK melayani industri maritim kepelabuhanan, baik itu bagi kapal captive maupun non-captive, sehingga harus solutive atau memberikan solusi terhadap kebutuhan pelanggan secara end-to-end, mulai kapal datang, keagenannya, pandu tunda, kebutuhan, hingga ship-channel. Ini semua menjadi layanan PTK," kata Harris dalam sambutannya pada acara "Syukuran HUT ke-57 PTK".

Nilai kedua yakni integrity sebagai wujud komitmen PTK untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Ketiga, adaptive guna mengantisipasi bermacam dinamika perubahan yang memang menjadi suatu keniscayaan.

"Setiap perubahan akan diantisipasi PTK dengan menyesuaikan kebutuhan pasar dan operasional," ujar dia.

Adapun prinsip proven menjadi komitmen PTK sehingga konsumen meletakkan kepercayaannya atas aspek keandalan, profesionalisme, dan rekam jejak pengalaman di industri kemaritiman.

"PTK sudah memiliki dasar yang kuat, sehingga eksekusi operasional excellence dapat benar-benar dirasakan oleh pelanggan," kata Harris.

Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia dan Penunjang Bisnis PT Pertamina International Shipping (PIS) Saptiadi Nugraha menambahkan, selaku pemegang saham mayoritas PTK, pihaknya memiliki komitmen untuk terus mendukung keberhasilan PTK melalui penyediaan layanan marine dan logistik yang andal, terintegrasi dan berkelanjutan.

"Kami meyakini bahwa peran PTK sangat strategis dalam memperkuat rantai nilai bisnis hilir, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional," ujar dia.

Sinergi yang solid antar-entitas serta ekosistem Pertamina, sambung Saptiadi, menjadi landasan krusial dalam penciptaan nilai tambah, mendongkrak daya saing entitas usaha, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai negara maritim yang tangguh.

Sepanjang 57 tahun beroperasi, PTK telah menjelma menjadi penyedia bisnis maritim yang terintegrasi. PTK didirikan pada 1969 sebagai anak usaha PT Pertamina (Persero) dengan nama awal PT Pertamina Tongkang.

Hingga 1991, pihak perusahaan membangun beberapa anak usaha untuk memperluas jangkauan layanan maritim. Selanjutnya pada 2011, Pertamina Tongkang resmi berganti nama menjadi PT Pertamina Trans Kontinental atau PTK.

"Ke depan, kami akan perkuat modernisasi, digitalisasi serta green supporting vessel. Ini adalah masa depan PTK," ujar Harris.

PTK yang berstatus anak usaha Subholding IML Pertamina mengoperasikan layanan jasa maritim terpadu yang mencakup penyediaan serta operasional armada kapal penunjang (support vessel), operasional pelabuhan (port operation), layanan maritim (marine service), hingga pangkalan logistik pesisir (shorebase) di bermacam wilayah strategis Indonesia.

Melalui kontribusinya, PTK berkomitmen menjaga kelestarian serta keberlanjutan ekosistem kemaritiman di Indonesia.

Tags

Terkini