Chandra Asri (TPIA) Fokus Tuntaskan Dua Agenda Strategis pada 2027

Minggu, 13 September 2026 | 18:51:02 WIB
PT Chandra Asri Pacific Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) membidik penyelesaian dua agenda ekspansi strategis pada 2027, yaitu pengoperasian secara komersial dari pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) serta pemfinalan proses akuisisi entitas bisnis otomotif Cycle & Carriage.

Head of Corporate Communications Chandra Asri Group Chrysanthi Tarigan menyampaikan bahwa proyek CA-EDC diproyeksikan mulai berjalan secara komersial pada kuartal pertama 2027. 

Di saat yang sama, tahapan akuisisi terhadap Cycle & Carriage masih terus berproses.

"Roadmap kami akan menyelesaikan dan menguatkan dari sisi CA-EDC yang segera beroperasi komersial 2027 dan menyelesaikan target akuisisi," ujarnya di sela kegiatan plogging TRACE 34 yang menjadi bagian dari perayaan HUT ke-34 Chandra Asri Group di Cisadon, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Sabtu (12/9/2026).

Merujuk penjelasan Chrysanthi, pendirian fasilitas CA-EDC ditujukan guna mengokohkan ketahanan industri kimia nasional lewat peningkatan kapasitas produksi bahan kimia dasar. 

Pengoperasian fasilitas ini pun diproyeksikan mampu memicu terciptanya ekosistem industri domestik yang lebih mandiri.

Berdasarkan data di situs resmi Chandra Asri, proyek CA-EDC diperkirakan dapat menyerap kisaran 3.000 tenaga kerja selama tahapan konstruksi dan mencetak sekitar 250 lapangan kerja baru sewaktu beroperasi penuh.

Chrysanthi menguraikan bahwasanya ekspansi industri kimia ini sejalan dengan visi Chandra Asri sejak berdiri pada 1992, yakni menekan ketergantungan industri hilir atas impor bahan baku plastik maupun bahan kimia.

Di lain sisi, perampungan akuisisi bisnis otomotif Cycle & Carriage menjadi bagian dari strategi diversifikasi usaha Chandra Asri Group. Langkah ekspansi tersebut ditujukan guna meluaskan jangkauan grup dalam rantai nilai mobilitas sekaligus meneruskan ekspansi ritel yang telah berjalan di Singapura.

Cycle & Carriage sendiri merupakan grup otomotif yang telah berkiprah di kawasan Asia Tenggara sejak 1899. Grup ini memegang lisensi sejumlah merek otomotif global di pasar Singapura dan Malaysia.

Chrysanthi mengutarakan bahwa diversifikasi usaha serta penguatan bisnis pada ranah infrastruktur dan mobilitas lewat aksi akuisisi entitas di luar negeri merupakan bagian dari ikhtiar Chandra Asri untuk mengepakkan kiprah perseroan di level regional.

"Kami memperkuat diversifikasi, mobilitas, ingin membawa Indonesia makin dikenal negara lain. Jadi Chandra Asri dari awal untuk Indonesia dan berkontribusi untuk Indonesia," katanya.

Sementara itu, operasional pabrik CA-EDC diantisipasi tidak hanya memperkuat pasokan bahan kimia dasar bagi industri dalam negeri, tetapi juga membuka peluang optimalisasi pasar regional via ekspor komoditas Ethylene Dichloride (EDC).

Berbekal dua agenda tersebut, Chandra Asri melangkah menuju 2027 dengan berfokus pada penguatan bisnis utama sekaligus ekspansi ke sektor mobilitas di wilayah Asia Tenggara.

TRACE 34

Dalam momentum peringatan HUT ke-34, Chandra Asri Group turut menggelar agenda TRACE 34 di area Cisadon, Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini mengusung konsep plogging, yaitu aktivitas lari santai sembari mengumpulkan sampah di sepanjang jalur rute.

TRACE 34 menempuh lintasan sejauh 3,4 kilometer dengan melibatkan komunitas lari internal perseroan beserta insan jurnalis.

Chrysanthi menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi wujud kontribusi nyata perusahaan terhadap kelestarian lingkungan.

“Kami ikut merayakan HUT 34 Chandra Asri tidak hanya berjalan atau tracking, tetapi juga memberikan kontribusi kepada lingkungan,” jelasnya.

Tags

Terkini