Masuk Unirama Group, DPUM Siapkan Capex Rp100 Miliar

Senin, 14 September 2026 | 19:45:32 WIB
PT Dua Putra Utama Makmur Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Dua Putra Utama Makmur Tbk. (DPUM) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai Rp100 miliar pada 2026 usai PT Rama Indonesia, bagian dari Unirama Group, resmi menjadi pemegang saham pengendali baru perseroan.

Direktur PT Rama Indonesia Fransisda Marga Saputra mengutarakan bahwa komitmen investasi ini menjadi bagian dari agenda ekspansi bisnis DPUM sekaligus memperkokoh fondasi usaha perseroan.

“Kami akan mendorong transformasi DPUM secara prudent, terukur, dan berorientasi pada penciptaan nilai berkelanjutan bagi Perseroan serta seluruh pemegang saham,” ujar Fransisda dalam keterangan resmi, Minggu (13/9/2026).

Pihak DPUM mencermati bahwa pengembangan usaha dapat diakselerasi lewat penguatan tata kelola, optimalisasi sarana, perbaikan pengelolaan modal kerja, hingga peningkatan utilisasi kapasitas operasional.

Sementara dari kacamata kinerja, DPUM mematok target pertumbuhan EBITDA rata-rata 7,75% per tahun sepanjang rentang 2027 hingga 2030. Agenda tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pengembangan perseroan pascamasuknya pengendali baru.

PT Rama Indonesia telah merampungkan aksi akuisisi sebanyak 2,47 miliar saham DPUM atau mencakup 59,24% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

PT Rama Indonesia sendiri merupakan bagian dari Unirama Group, korporasi yang berfokus pada penyediaan solusi rantai pasok serta jaringan distribusi barang konsumsi atau fast-moving consumer goods (FMCG).

Masuknya Unirama Group melapangkan peluang sinergi bagi DPUM, utamanya dalam memperkuat rantai pasok, memperluas jangkauan jaringan distribusi, memacu efisiensi operasional, hingga pengembangan pangsa pasar.

Di lain sisi, Unirama Group turut mempertegas komitmennya untuk mengawal DPUM usai fasilitas operasional perseroan di Pati dilanda musibah kebakaran pada 6 Juni 2026.

Fransisda menguraikan bahwasanya pemulihan tersebut difokuskan pada percepatan perbaikan sarana yang terdampak, optimalisasi fasilitas operasional lainnya, penguatan rantai pasok, serta upaya menjaga kualitas pelayanan dan pemenuhan kebutuhan para pelanggan.

Berjalan selaras dengan proses finalisasi klaim yang tengah bergulir bersama pihak asuransi, manajemen meyakini klaim tersebut sanggup dicairkan sebesar 100% dari nilai klaim yang telah diajukan serta disetujui.

Tags

Terkini