KAI Commuter Kelola KA Bandara YIA, Tiket Kini Terhubung KRL

Kamis, 17 September 2026 | 12:55:00 WIB

NARASIINDONESIA.ID — PT Kereta Commuter Indonesia resmi mengambil alih pengelolaan KA Bandara Yogyakarta International Airport mulai Kamis (17/9/2026), dengan tiket yang kini terintegrasi layanan KRL. Peralihan ini mengubah cara penumpang membeli tiket, meski jadwal dan tarif tetap sama.

Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi menyatakan alih kelola ini bertujuan mengoptimalkan layanan sekaligus memperkuat integrasi KA Bandara dengan layanan Commuter Line yang sudah beroperasi di wilayah Yogyakarta.

Apa yang Berubah bagi Penumpang

Purnomo memastikan jadwal keberangkatan dan tarif perjalanan tidak mengalami perubahan. Yang berubah adalah kanal pembelian dan pemesanan tiket.

Sejak keberangkatan 17 September 2026, tiket Commuter Line Bandara YIA dapat dipesan hingga tujuh hari sebelum keberangkatan. Pemesanan bisa dilakukan melalui aplikasi C-Access maupun Access by KAI.

Bagi penumpang yang terbiasa membeli tiket langsung di stasiun atau lewat kanal lama KAI Bandara, perubahan ini menuntut penyesuaian. Tiket kini mengikuti sistem yang sama dengan KRL Commuter Line, sehingga penumpang yang transit dari KRL ke KA Bandara tidak perlu lagi memakai dua aplikasi berbeda.

Integrasi dengan KRL Yogyakarta

Langkah ini memperkuat jaringan Commuter Line di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penumpang yang datang dari arah Solo, Palur, atau stasiun-stasiun di jalur Yogyakarta-Bantul bisa melanjutkan perjalanan ke bandara dalam satu ekosistem layanan.

KAI Commuter telah lebih dulu mengoperasikan layanan commuter di wilayah Yogyakarta. Penggabungan operasional KA Bandara ke dalam portofolio perusahaan menempatkan seluruh perjalanan kereta lokal Yogyakarta di bawah satu pengelola.

Bagi wisatawan yang baru tiba di YIA, tiket terintegrasi mempermudah perpindahan moda. Mereka bisa memesan tiket KA Bandara sebelum mendarat, lalu langsung melanjutkan ke stasiun tujuan tanpa mengantre di loket.

Rekam Jejak KAI Commuter

KAI Commuter sebelumnya mencuri perhatian lewat penindakan tegas terhadap pelaku pelecehan seksual di KRL. Perusahaan memblokir 40 penumpang yang terbukti melakukan pelecehan, sehingga mereka tidak bisa lagi naik KRL.

Langkah itu menunjukkan KAI Commuter tidak hanya fokus pada operasional, tetapi juga pada keamanan dan kenyamanan penumpang. Standar serupa diharapkan berlaku di Commuter Line Bandara YIA.

Perusahaan juga sempat menutup sementara Peron 4 dan 5 Stasiun Bogor untuk pemasangan kanopi. Penutupan itu bagian dari perawatan fasilitas demi keselamatan pengguna.

Dengan mengambil alih KA Bandara YIA, KAI Commuter memperluas tanggung jawabnya dari angkutan perkotaan ke konektivitas bandara. Keberhasilan integrasi ini akan menjadi tolok ukur apakah model serupa bisa diterapkan di bandara lain di Indonesia.

Terkini