JAKARTA - PT Toyota Astra Motor (TAM) menyampaikan komitmennya bahwa dengan menerapkan strategi multi platform, pihak perusahaan dapat menyediakan opsi yang lebih beragam serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Tanah Air.
“Intinya hari ini kami ingin menunjukkan bahwa melalui multi pathway strategy, Toyota menjadikan pilihan yang luas dan relevan bagi kebutuhan mobilitas di Indonesia lewat teknologi elektrik ekstra," ujar Marketing Director PT TAM Bansar Maduma dalam konferensi pers di Tangerang, Jumat (8/8/2026).
Ia menjelaskan bahwa pada intinya hal terpenting tidak sekadar pada teknologinya semata, melainkan bagaimana perpaduan teknologi, lini produk, hingga layanan yang disajikan sanggup menjawab dan memenuhi kebutuhan mobilitas publik di bermacam daerah di Indonesia secara tepat.
Langkah tersebut diwujudkan dengan menyediakan teknologi yang sesuai kebutuhan pengguna di Indonesia via inovasi terbaru, yang mencakup battery electric vehicle (BEV), hybrid, sekaligus membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan guna menyokong target pemerintah mengurangi emisi karbon.
“Sepanjang perjalanan Toyota di Indonesia selama 55 tahun kami belajar untuk terus mendengarkan masukan dan berevolusi bersama masyarakat termasuk dalam merespons trend elektrifikasi,” ujar Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Hiroyuki Oide pada kesempatan yang sama.
Di samping itu, PT TAM mencatat pertumbuhan volume penjualan kendaraan bermerek Toyota secara global yang menyentuh 4,14 juta unit pada kurun waktu Januari hingga Mei 2026.
Pencapaian penjualan ini ditopang oleh beragam pendorong, seperti dukungan insentif dari pemerintah, tingkat penerimaan publik yang kian positif, serta peranan aspek perkembangan teknologi.
Pencapaian tersebut menurutnya sudah bertahan selama enam tahun terakhir.
Dari total angka penjualan itu, sekitar 53 persen atau setara 2,2 juta unit merupakan kategori kendaraan elektrifikasi.
Adapun untuk kinerja pasar domestik di Indonesia sepanjang semester I 2026, Toyota sukses membukukan total penjualan mencapai 133 ribu unit dengan penguasaan pangsa pasar (market share) sebesar 63 persen.
“Sedangkan penjualan kendaraan elektronifikasi Toyota pada semester 1 2026 tercatat 28.000 unit naik 65 persen dari periode yang sama dibanding tahun lalu, secara komposisi kontribusi kendaraan elektronifikasi kami saat ini sudah mencapai 21 persen di total penjualan Toyota,” kata Heru sapaan akrabnya.