JAKARTA — PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) kembali mengekspansi jaringan pelayarannya menuju kawasan Timur Tengah. Langkah tersebut dieksekusi dengan tetap menghindari lintasan yang memiliki risiko geopolitik tinggi, sekaligus menangkap peluang lonjakan arus perdagangan antara India, Timur Tengah, dan Asia.
Direktur Utama Samudera Indonesia Bani Mulia mengutarakan bahwa perseroan mulai kembali mengoperasikan layanan ke kawasan Timur Tengah usai sebelumnya memoles penyesuaian operasional imbas naiknya risiko geopolitik.
"Kami sudah mulai kembali melayani kawasan Middle East, tetapi tidak melewati Selat Hormuz. Kami tetap bisa menghubungkan Asia dengan Timur Tengah sambil menghindari area yang berisiko," ujarnya dikutip, Senin (10/8/2026).
Langkah tersebut menjadi bagian dari kalkulasi SMDR dalam memelihara keseimbangan antara ekspansi bisnis dan pengamanan risiko.
Dengan menghindari lintasan yang masih mengantongi eksposur konflik tinggi, perseroan tetap sanggup mengamankan peluang permintaan pengangkutan di kawasan Timur Tengah.
Selaras dengan strategi tersebut, manajemen mengumumkan peluncuran jaringan pelayaran regional lewat pengoperasian Khor Fakkan–India Express (KIX) yang resmi berjalan pada pertengahan Juli 2026.
Layanan KIX dirancang untuk memperkokoh interkoneksi antara area India Barat dan wilayah Teluk, sekaligus memperluas jangkauan jaringan pelayaran Samudera yang mencakup Indian Subcontinent, Asia Tenggara, China, Jepang, hingga Korea.
Rute tersebut menerapkan rotasi Nhava Sheva (BMCT) – Mundra (MICT) – Khor Fakkan (KTC) – Nhava Sheva (BMCT) dengan jadwal pelayanan tiap pekan.
Kehadiran KIX menyediakan jalur konektivitas langsung bagi lalu lintas perdagangan antara India, Timur Tengah, serta deretan negara di Asia. Walhasil, Samudera tidak perlu lagi mengandalkan jalur yang memotong Selat Hormuz demi mengamankan akses pasar Timur Tengah.
Langkah ini sekaligus memperkuat langkah diversifikasi rute SMDR di tengah bayang-bayang ketidakpastian geopolitik pada lintasan pelayaran global.
Pengoperasian kembali layanan ke Timur Tengah serta peluncuran KIX bergulir saat kinerja keuangan SMDR membukukan tren positif pada semester I/2026. Pada kurun tersebut, SMDR mengantongi pendapatan sebesar US$421,8 juta, menanjak dibandingkan US$379,1 juta pada semester I/2025.
Pertumbuhan juga terlihat pada EBITDA yang menyentuh US$132,8 juta, naik dari angka US$96,3 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di samping itu, laba bersih SMDR merangkak menjadi US$32,5 juta dari posisi sebelumnya US$29,3 juta.
Dengan perolehan tersebut, pendapatan perseroan tumbuh berkisar 11,3% secara tahunan, sedangkan EBITDA melambung sekitar 37,9%. Laba bersih juga mengamankan pertumbuhan di kisaran 10,9%.
Bani sebelumnya menggarisbawahi bahwa SMDR enggan bergantung pada satu rute pelayaran maupun satu kawasan semata. Perseroan konsisten menggulirkan diversifikasi jaringan agar disrupsi pada satu lintasan tidak menebar dampak signifikan terhadap keseluruhan operasional bisnis.
Di luar Asia Tenggara dan Timur Tengah, jangkauan Samudera juga telah melebar ke Asia Timur, Eropa, sampai ke Amerika Selatan. Formulasi pendekatan tersebut kian krusial di tengah meningkatnya risiko geopolitik yang berpotensi mengganggu jalur perdagangan internasional.