Blue Bird (BIRD) Operasikan 1.000 Kendaraan Listrik di Semester I/2026

Blue Bird (BIRD) Operasikan 1.000 Kendaraan Listrik di Semester I/2026
PT Blue Bird Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA — Emiten transportasi taksi milik keluarga Djokosoetono, PT Blue Bird Tbk. (BIRD), mencatatkan telah mengoperasikan sekitar 1.000 unit kendaraan listrik yang tersebar di pelbagai wilayah Indonesia sepanjang semester I/2026.

Direktur Utama Blue Bird, Adrianto Djokosoetono, menyampaikan bahwa pengadaan armada listrik dijalankan secara berkesinambungan sejalan dengan program peremajaan unit di berbagai lini operasional.

“Saat ini, kami telah mengoperasikan sekitar 1.000 armada berbasis listrik. Penambahan kendaraan kami jalankan bersamaan dengan peremajaan armada yang dilakukan secara berkala di berbagai lini layanan,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).

Menurut pandangannya, Bluebird bakal tetap melanjutkan agenda percepatan armada listrik hingga penghujung tahun 2026. 

Meski demikian, perseroan belum mematok target angka penambahan secara rinci mengingat proses pengadaan akan menyesuaikan dengan permintaan konsumen, kesiapan sarana pengisian daya, serta karakteristik operasional masing-masing daerah.

Langkah elektrifikasi armada menjadi salah satu jurus strategis Bluebird demi memangkas biaya operasional.

Merujuk catatan internal perseroan sejak mengadopsi armada listrik pada 2019, Andre mengungkapkan pemanfaatan kendaraan listrik terbukti mampu menghemat pengeluaran operasional hingga sekitar 60% jika dibandingkan dengan unit konvensional berbasis BBM.

Walau begitu, perseroan tak menjadikan faktor efisiensi biaya sebagai pertimbangan tunggal dalam ekspansi armada listrik. Perusahaan turut memperhitungkan aspek ketahanan kendaraan, efektivitas produktivitas, daya dukung infrastruktur pengisian daya, sampai nilai jual kembali unit tersebut.

“Elektrifikasi dapat memberikan efisiensi biaya operasional hingga sekitar 60% dibandingkan kendaraan konvensional,” kata Adrianto.

Dampak efisiensi tersebut berpeluang memberikan kontribusi positif terhadap performa operasional serta margin profitabilitas Bluebird. Kendati demikian, pihak manajemen belum menetapkan patokan target kenaikan margin secara khusus dari program elektrifikasi ini.

Adrianto menguraikan, imbas elektrifikasi pada performa finansial sangat bergantung pada nilai ekonomi armada secara menyeluruh. Hal tersebut mencakup aspek produktivitas dan tingkat penggunaan unit, besaran investasi awal, serta beban dan manfaat kendaraan sepanjang periode operasional.

Oleh sebab itu, arah strategi Bluebird bukan semata mengejar lonjakan margin melalui armada listrik, melainkan menjamin setiap investasi unit kendaraan sanggup membuahkan produktivitas dan tingkat imbal hasil (return) yang sehat selama masa operasinya.

“Fokus kami adalah memastikan setiap investasi armada memiliki tingkat produktivitas dan return yang sehat sepanjang masa operasionalnya, sambil menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan,” ujarnya.

BIRD mencatatkan raihan pendapatan mencapai Rp2,97 triliun, atau tumbuh 11,3% secara tahunan (year on year/yoy) bila disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, lonjakan pendapatan tersebut turut mengerek perolehan EBITDA hingga Rp714 miliar dan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp320,56 miliar hingga penutupan Juni 2026.

Kendati masih mengantongi raihan laba yang solid, angka tersebut mengalami koreksi tipis sekitar 4,44% yoy dibandingkan capaian laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester I/2025 sebesar Rp335,44 miliar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index