JAKARTA — Emiten pengelola jaringan Hotel Jayakarta, PT Pudjiadi And Sons Tbk. (PNSE), menghentikan sementara operasional salah satu unit hotelnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyusul gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang menguncang kawasan tersebut pada Sabtu (15/8/2026).
Sekretaris Perusahaan PNSE Dadang Suwarsa mengutarakan hotel yang ditutup yakni Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores. Pengelolaan hotel itu berada di bawah entitas anak perseroan, PT Hotel Jayakarta Flores, di bawah PT Hotel Juwara Warga dengan porsi kepemilikan saham mencapai 99,99%.
“Demi menjamin keselamatan fisik seluruh pelanggan dan karyawan, terhitung mulai Sabtu, 15 Agustus 2026 sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut, operasional hotel ditutup,” ujar Dadang dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (17/8/2026).
Penghentian operasional dilangsungkan pascagempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA dengan skala intensitas IX (hebat).
Sebagai tindakan antisipasi, pihak manajemen PNSE telah memindahkan seluruh tamu serta pelanggan ke fasilitas hotel lain yang aman dari dampak gempa. Perseroan turut menjalin koordinasi bersama perusahaan asuransi via perantara broker demi mengurus pengajuan klaim atas kerusakan yang dipicu bencana alam tersebut.
Dadang menyampaikan para karyawan hotel diinstruksikan untuk menyokong pengamanan area bersama tim keamanan serta dilarang mendekati struktur bangunan hotel sebelum memperoleh izin resmi dari pihak berwenang.
Kendati operasional satu unit hotel di Flores dihentikan untuk sementara waktu, manajemen menjamin situasi tersebut tidak mengganggu keberlanjutan bisnis perseroan secara menyeluruh. Seluruh unit hotel lain, baik yang dioperasikan secara langsung maupun lewat entitas anak, tetap berjalan secara normal.
"Kejadian ini tidak memiliki dampak material yang merugikan terhadap kondisi keuangan, kelangsungan usaha, atau posisi hukum perseroan secara jangka panjang," pungkas Dadang.