Pertamina Percepat Operasional Terminal BBM Reo Pasca-Gempa NTT

Pertamina Percepat Operasional Terminal BBM Reo Pasca-Gempa NTT
Manager Komunikasi, Relasi dan CSR Pertamina Patra Niaga [FOTO: NET].

JAKARTA – Pertamina Patra Niaga mendesak percepatan operasional Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Reo di Kabupaten Manggarai pascabencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang menggetarkan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).

"Tim sudah di sana setelah kejadian sejak 15 Agustus dan 16 Agustus dini hari tim melakukan perbaikan sarana prasarana," kata Manager Komunikasi, Relasi dan CSR Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalimus) Ahad Rahedi di sela meninjau Terminal BBM Malang, Jawa Timur, Rabu (19/8/2026).

Ia menerangkan bahwa Terminal BBM Reo belum dapat berfungsi secara penuh usai terdampak gempa bumi.

Saat ini, sambungnya, fasilitas tersebut berjalan secara manual dan pihak Pertamina tengah berupaya mengakselerasi pemulihan jaringan.

"Terminal Reo sekarang hanya beroperasi manual. Seluruh terminal biasanya terintegrasi dengan sistem digital. Jadi ada mekanisme di aplikasi yang memang dia hanya bisa mengeluarkan produk ke mobil tangki jika sudah aktif sistem digitalnya," imbuhnya.

Ahad menuturkan Terminal BBM Reo merupakan fasilitas utama yang menampung pasokan BBM sebelum disalurkan kembali ke terminal-terminal penyangga.

Pasokan energi di Terminal Reo dikirim langsung dari Terminal BBM Tenau yang berada di Kupang.

Dari sana, distribusi dilanjutkan ke terminal berskala lebih kecil serta menyuplai kebutuhan Depo Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Bandara Komodo di Labuan Bajo—yang sewaktu gempa terjadi dipindahkan pasokannya dari Terminal BBM Bima di NTB.

Di wilayah Pulau Flores, tambahnya, terdapat empat titik terminal BBM, yaitu Terminal BBM Ende, Larantuka, Maumere, serta Reo.

"Dari empat terminal yang ada di Pulau Flores yaitu terminal Ende, Larantuka, Maumere dan kemudian Reo, itu semuanya sudah beroperasi. Namun untuk Reo sekarang hanya beroperasi manual," imbuh Ahad.

Sebelumnya, sebanyak 10 mobil tangki BBM berkapasitas 16 kiloliter (kl) pengangkut Pertalite dan Biosolar beserta satu mobil tangki Avtur berkapasitas 16 kl telah diberangkatkan dari Bima, NTB, menuju Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Armada mobil tangki tersebut langsung meluncur menuju SPBU sasaran masing-masing demi mempercepat pengisian dan pengisian kembali BBM bagi masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index