BREN Bidik Kapasitas Panas Bumi 2 GW lewat Star Energy

BREN Bidik Kapasitas Panas Bumi 2 GW lewat Star Energy
PT Barito Renewables Energy Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) melalui anak perusahaannya, PT Star Energy Geothermal, mematok target kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) mencapai 2 gigawatt (GW) setelah memproyeksikan kapasitas terpasang melampaui 1 GW pada 2026.

Head of Social Investment, Policy and Communications Star Energy Geothermal Laksmi Prasvita menyampaikan bahwa target 2 GW tersebut bakal didorong oleh penambahan wilayah kerja panas bumi baru, utamanya Sekincau di Lampung serta Hamiding di Maluku Utara, begitu kapasitas operasional Star Energy sukses melewati 1 GW.

“Target kami di tahun ini sekitar 1.000 megawatt, tahun depan sudah melewati 1.000 megawatt. Sekarang masih 900 sekian,” kata Laksmi, Selasa (18/8/2026).

Laksmi menjelaskan perkiraan potensi awal panas bumi di area Sekincau berada di kisaran 700 megawatt (MW). Meski demikian, besaran potensi tersebut masih memerlukan pembuktian melalui tahapan eksplorasi mendalam.

Sementara itu, proses eksplorasi di Hamiding telah rampung dan kelengkapan data hasil eksplorasi sudah diserahkan kepada pemerintah. Lokasi panas bumi di Maluku Utara itu ditaksir mengantongi potensi hingga 300 MW.

Walau begitu, Laksmi menggarisbawahi bahwasanya penggarapan kedua kawasan tersebut akan direalisasikan secara bertahap. Melimpahnya potensi sumber daya tidak serta-merta menjadikan seluruh kapasitas dapat langsung didirikan dan berproduksi secara instan.

Untuk saat ini, kapasitas terpasang Star Energy berada pada level 900-an MW. Besaran kapasitas ini bersumber dari tiga area operasional yang telah aktif berproduksi, yakni Salak, Wayang Windu, dan Darajat.

Injeksi kapasitas tambahan dari pengerjaan Salak Unit 7 serta Wayang Windu Unit 3 diproyeksikan membawa total kapasitas Star Energy menembus angka 1 GW. Selepas itu, perseroan bakal melanjutkan ekspansi lewat penggarapan wilayah kerja baru demi mengejar sasaran jangka panjang 2 GW.

“Geothermal justru prestasinya menambah terus karena teknologi berkembang, inovatif, efisiensi, itu semua bisa semakin meningkatkan produksi,” ujarnya.

Di samping membangun unit percontohan baru, Star Energy turut mengandalkan peningkatan efisiensi serta optimalisasi lapangan aktif demi menambah kapasitas pembangkitan.

Salah satu proyek inti pendukung lonjakan kapasitas tersebut yakni pengembangan PLTP Salak Unit 7. PT Star Energy Geothermal Salak Ltd. (SEGS) menargetkan kapasitas terpasang PLTP Salak merangkak naik menjadi sekitar 443 MW pada Desember 2026 beriringan dengan tuntasnya pembangunan Unit 7 berkapasitas 40 MW.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index