KAI Sediakan 4 Tipe Rusun MBR di Manggarai, Studio Hingga 3 Kamar

KAI Sediakan 4 Tipe Rusun MBR di Manggarai, Studio Hingga 3 Kamar
Profil PT KAI, penyelenggara moda transportasi kereta api di Indonesia [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menghadirkan empat varian tipe hunian pada proyek rumah susun masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang berlokasi di Manggarai, Jakarta Selatan. 

Opsi opsi unit yang ditawarkan mencakup tipe studio berukuran 28 meter persegi sampai tipe 52 dengan ketersediaan tiga kamar tidur.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin memaparkan, variasi unit yang dipersiapkan meliputi tipe studio, tipe 36, tipe 45, serta tipe 52.

“Variasi unit mulai dari Studio (ukuran 28 meter persegi), Tipe 36 (2 kamar tidur), dan Tipe 45 (2 kamar tidur),” kata Bobby saat memberikan laporan dalam acara groundbreaking Hunian Manggarai, Jumat (21/8/2026).

Sementara itu, khusus untuk kawasan Blok F, pihak KAI menyiapkan opsi tipe 36, tipe 45, hingga tipe 52 yang dilengkapi tiga kamar tidur.

“Dengan variasi Tipe 36 (2 kamar tidur), Tipe 45 (2 kamar tidur), serta Tipe 52 (3 kamar tidur),” ujar Bobby.

Dengan demikian, proyek pembangunan ini tidak sekadar membidik rumah tangga dengan kebutuhan kapasitas ruang yang tergolong ringkas, namun turut menyediakan opsi unit tiga kamar tidur bagi keluarga yang memerlukan space lebih lapang.

Dibangun 3.784 Unit

Empat opsi tipe unit tersebut nantinya ditempatkan tersebar dalam kawasan hunian vertikal yang merangkum total delapan tower. 

Sebanyak tiga tower bertempat di Blok G dengan daya tampung 1.276 unit, sementara lima tower sisanya berdiri di Blok F dengan kapasitas 2.508 unit. Seluruh bangunan tower dirancang mencapai ketinggian 24 lantai.

Secara kumulatif, proyek ini menyediai 3.784 unit hunian. Di area Blok G, Tower A merangkum 352 unit, Tower B memiliki 418 unit, dan Tower C memuat 506 unit. 

Untuk Blok F, Tower 1 dan Tower 2 masing-masing menampung 572 unit, Tower 3 mencakup 528 unit, Tower 4 sebanyak 308 unit, serta Tower 5 berkapasitas 528 unit. Di samping unit hunian, area ini juga akan ditunjang oleh 150 unit ruang ritel pendukung.

Bobby menuturkan, eksekusi pembangunan hunian Manggarai memanfaatkan lahan milik KAI seluas kurang lebih 2,2 hektar berstatus Hak Pengelolaan (HPL). Pengerjaan proyek ini ditargetkan rampung kurun waktu 18 bulan terhitung dari peletakan batu pertama (groundbreaking).

Fasilitas hunian tersebut dialokasikan bagi kelompok MBR dan bakal mengikuti regulasi serta kriteria kualifikasi yang dipersyaratkan oleh pemerintah.

Sebelumnya, konsep proyek hunian di wilayah Manggarai ini telah dirancang berbasis hunian vertikal demi mengoptimalkan efisiensi lahan KAI di kawasan perkotaan yang strategis. Dalam skema perencanaan awal, unit tipe 45 serta tipe 52 sempat menjadi opsi yang ditawarkan ke publik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index