Futura Energi (FUTR) Kejar Kapasitas Panas Bumi 220 MW Baturaden

Futura Energi (FUTR) Kejar Kapasitas Panas Bumi 220 MW Baturaden
PT Futura Energi Global Tbk. (FUTR) [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Futura Energi Global Tbk. (FUTR) mengincar pengembangan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) mencapai 220 megawatt (MW) lewat reaktivasi proyek geothermal Baturaden di Purwokerto, Jawa Tengah.

Direktur Utama FUTR Anggara Suryawan mengungkapkan perseroan mengalokasikan investasi sekitar US$120 juta demi mereaktivasi sekaligus mengesekusi tahap awal pengembangan proyek tersebut. FUTR menargetkan alur reaktivasi PLTP Baturaden dapat digulirkan pada kuartal IV/2026.

“Fokus kami saat ini adalah memastikan proses reaktivasi di kuartal IV/2026 dan pengembangan proyek berjalan dengan baik mulai dari kajian teknis, persiapan pengeboran, hingga tahapan pengembangan berikutnya,” ujar Anggara dalam acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026, mengutip keterangan resmi, Kamis (20/8/2026).

Anggara memaparkan bahwa pengembangan tahap pertama PLTP Baturaden diproyeksikan memiliki daya sebesar 30 MW. Adapun akumulasi total potensi pengembangan proyek energi hijau tersebut mampu menyentuh 220 MW.

Guna merealisasikan agenda reaktivasi dan ekspansi tahap awal ini, Futura Energi Global menaksir kebutuhan dana investasi berkisar US$120 juta. Menurut Anggara, pengerjaan proyek bakal dieksekusi secara bertahap dengan memperhitungkan faktor teknis, keekonomian, serta ketersediaan pendanaan.

“Kami ingin memastikan setiap tahapan pengembangan dilakukan secara terukur dengan memperhatikan aspek teknis, keekonomian, dan kebutuhan investasi,” katanya.

Langkah FUTR menggarap potensi Baturaden direalisasikan di tengah besarnya cadangan energi panas bumi yang belum dioptimalkan di tanah air. 

Merujuk data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia menguasai potensi panas bumi hingga 23.202,77 MW atau setara 23,2 gigawatt (GW).

Meski demikian, kapasitas terpasang pembangkit geothermal secara nasional saat ini baru mencapai 2.776,39 MW atau sekira 11,6% dari keseluruhan potensi. Artinya, masih terdapat sekitar 88,4% potensi energi bersih ini yang belum terjamah pengembangan.

Selain bersandar pada skema pertumbuhan organik melalui proyek Baturaden, FUTR turut mengincar potensi ekspansi anorganik. 

Perseroan tengah mengevaluasi beberapa peluang proyek energi baru terbarukan lain, mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro.

Anggara menyebutkan sejumlah proyek incaran tersebut saat ini masih berada dalam koridor uji tuntas (due diligence). FUTR optimistis ruang pertumbuhan bisnis di sektor energi terbarukan masih sangat menjanjikan seiring langkah penguatan portofolio di berbagai lini pembangkitan energi hijau.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index