Eagle High (BWPT) Rancang Dividen Interim Usai Kuasi Reorganisasi

Eagle High (BWPT) Rancang Dividen Interim Usai Kuasi Reorganisasi
Ilustrasi perkebunan PT Eagle High Plantations Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) menargetkan pembagian dividen kepada para pemegang saham seiring bertumbuhnya kinerja perseroan serta rampungnya proses kuasi reorganisasi.

Direktur sekaligus Chief Financial Officer (CFO) BWPT Choong Kam Loong mengungkapkan bahwa perseroan sedang mengkaji pembagian dividen interim pada tahun ini, sedangkan dividen final akan diperhitungkan kembali berlandaskan kinerja finansial tahun berjalan.

“Itu target kita bikin kuasi, pemegang saham setujui. Sudah jelas bahwa pemegang saham selain capital gain juga dividen. Tahun ini sedang mengkaji dividen interim sementara menunggu [dividen] finalnya tahun depan atas tahun buku 2026,” kata Kam Loong dalam Paparan Publik, Kamis (27/8/2026).

Menurut pandangannya, pembagian dividen menjadi salah satu sasaran perseroan guna memberikan keuntungan bagi para pemegang saham. 

Ia menyebut para pemodal tak cuma diharapkan memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham, melainkan juga lewat pembagian dividen.

Pada sesi perdagangan Kamis (27/8/2026) pukul 10.40 WIB, harga saham BWPT melonjak 3,12% atau naik 3 poin ke level Rp99 per saham. Dalam kurun satu bulan terakhir, pergerakan saham BWPT tercatat telah menguat hingga 26,92%.

Rencana penyaluran dividen ini berbanding lurus dengan pertumbuhan kinerja operasional BWPT sepanjang semester I/2026. 

Merujuk pada laporan keuangan perseroan, BWPT mengantongi pendapatan sebesar Rp3,26 triliun, tumbuh 17,15% jika dibandingkan angka Rp2,78 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Beriringan dengan kenaikan pendapatan, perolehan laba bersih BWPT pun ikut melonjak 22,87% menjadi Rp211,19 miliar pada semester I/2026 dari nilai Rp171,89 miliar pada semester I/2025.

Sebelumnya, BWPT berencana mengeksekusi langkah kuasi reorganisasi guna menghapuskan akumulasi kerugian atau saldo laba negatif yang mencapai Rp3,71 triliun.

 Upaya ini ditempuh untuk menata ulang struktur permodalan perusahaan melalui pembersihan akumulasi rugi yang menekan posisi ekuitas.

Strategi kuasi reorganisasi ini pun sudah mengantongi persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 29 Juni 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index