JAKARTA — PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) secara gencar mempercepat perluasan infrastruktur jaringan ke kawasan luar Pulau Jawa sebagai bagian dari strategi pemerataan akses internet pascamelakukan penggabungan usaha (merger).
Pada kurun waktu yang sama, strategi menggelar jaringan 5G di seluruh pelosok Indonesia juga terus dijalankan.
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART Merza Fachys menerangkan bahwa pengalokasian belanja modal (capital expenditure) perusahaan diatur secara terukur demi mengakselerasi jangkauan sinyal hingga ke wilayah yang belum mendapat layanan secara maksimal.
“Ekspansi ini didukung belanja modal sebesar lebih dari Rp10 triliun pada semester I/2026. Selain membangun baru, XLSMART juga merampungkan integrasi jaringan hasil merger, 92% site telah terintegrasi dan sekitar 15.000 site duplikasi telah dibongkar, sehingga efisiensi yang dihasilkan dapat dialihkan untuk memperluas jangkauan ke wilayah yang belum terlayani secara optimal,” ujar Merza kepada Bisnis, dikutip Kamis (27/8/2026).
Langkah pemerataan ini mendorong lonjakan total Base Transceiver Station (BTS) XLSMART hingga melampaui 265.000 unit pada semester I/2026, atau melesat 26% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Mendekati separuh dari penambahan BTS dalam kurun satu tahun terakhir dipusatkan di luar Jawa, utamanya di wilayah Sulawesi dan Kalimantan.
Penetrasi ini turut mencakup perkuatan jangkauan 5G blanket coverage pada area strategis seperti Balikpapan dan Banjarmasin.
Di tengah momentum menyambut 81 tahun Kemerdekaan Indonesia, tantangan ketimpangan akses komunikasi masih menjadi perhatian bersama berkat tetap adanya kawasan yang minim konektivitas.
Guna mengatasi permasalahan tersebut, penggelaran jaringan perseroan kini mengantongi daya dorong tambahan usai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menetapkan XLSMART selaku pemenang lelang pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz pada 2026.
Pengoperasian secara komersial atas frekuensi anyar ini resmi bergulir pada Agustus 2026 menyusul selesainya seluruh kewajiban pembayaran lisensi.
Pemfaatan pita 700 MHz yang dikombinasikan dengan kapasitas dari spektrum 2,6 GHz diyakini sanggup memacu kualitas daya hubung di area pelosok.
“Karakteristik spektrum 700 MHz adalah jangkauan luas dan penetrasi sinyal yang baik, menjadikannya sangat relevan untuk menjangkau wilayah pedesaan, daerah terpencil, dan kawasan yang selama ini belum terlayani secara optimal,” kata Merza.
Mengenai strategi penataan fasilitas menara telekomunikasi, emiten bersandi saham EXCL ini mengedepankan aspek efisiensi lewat pemanfaatan aset yang ada.
Perusahaan melangsungkan perundingan ulang kontrak bersama mitra pemilik menara, melakukan rasionalisasi operasional site, serta meniadakan sarana duplikat dampak dari proses merger.
Langkah penyesuaian ini dinilai tidak akan menurunkan kinerja jaringan pada sisi pengguna akhir, namun justru menyediakan ruang untuk investasi kembali dalam pembangunan sarana di kawasan luar Jawa.
“Upaya ini terbukti berhasil menekan biaya operasional tanpa mengorbankan kualitas jaringan,” kata Merza.
Meski begitu, untuk wilayah yang benar-benar belum memiliki jangkauan sinyal (greenfield), XLSMART tetap berkomitmen mendirikan BTS baru dengan merangkul perusahaan penyedia menara (tower provider).
Komitmen ini tecermin dari porsi penambahan BTS di luar Pulau Jawa yang mendominasi separuh dari keseluruhan pembangunan infrastruktur fisik baru perseroan sepanjang tahun lalu.