JAKARTA - PT Samindo Resources Tbk (MYOH) mencatatkan capaian produksi batu bara (coal getting) sebesar 3,33 juta ton sampai dengan periode Juli 2026. Realisasi ini berhasil melebihi target produksi yang ditetapkan dalam rencana kerja perusahaan sebesar 3,16 juta ton, sekaligus melonjak jika dibandingkan dengan pencapaian periode sama tahun lalu yang sebesar 2,90 juta ton.
Corporate Secretary Samindo Resources Ahmad Zaki Natsir menjelaskan bahwa lompatan nilai produksi ini ditopang oleh kondisi cuaca area pertambangan yang lebih kondusif dengan tingkat curah serta durasi hujan yang lebih rendah dibanding estimasi.
Selain itu, faktor pendorong lainnya adalah efisiensi jarak tempuh angkut (hauling distance) di pit tambang yang kian optimal, beserta adanya alokasi volume tambahan dari klien utama perseroan, PT Kideco Jaya Agung.
"Pencapaian solid hingga Juli 2026 membuktikan keandalan eksekusi kami di lapangan, didukung alokasi volume tambahan dari mitra strategis perseroan," ujar Ahmad dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).
Di luar sektor produksi batu bara, kinerja operasional Samindo Resources turut didukung oleh aktivitas pemindahan batuan penutup (overburden removal).
Hingga kurun waktu Juli 2026, volume overburden removal perseroan mencapai angka 21,01 juta bank cubic meter (bcm), atau terangkat 18,7 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya senilai 17,70 juta bcm. Hasil realisasi ini pun sukses melampaui target yang dipatok perusahaan sebesar 19,13 juta bcm.
Sementara itu, unit bisnis jasa pengangkutan batu bara (coal hauling) berhasil menorehkan volume hingga 14,09 juta ton per Juli 2026. Angka tersebut melampaui tolok ukur target sebesar 13,99 juta ton dan memperlihatkan pertumbuhan dari capaian periode sama tahun lalu yang tercatat 13,58 juta ton.
Pihak Samindo Resources mengungkapkan bahwa akselerasi ritme produksi ini berjalan lurus dengan tren pemulihan serta penguatan harga batu bara global.
Kondisi ini memicu para pemilik konsesi pertambangan untuk memaksimalkan laju pengupasan lapisan penutup dan pengerukan batu bara demi mengamankan momentum harga komoditas di pasar internasional.
Tingginya permintaan aktivitas pengupasan batuan penutup serta penambangan batu bara tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh perseroan lewat kesiapan unit armada alat berat dan keunggulan operasional di area kerja.
Seiring peningkatan operasional tersebut, Samindo Resources mengantongi akumulasi total pendapatan konsolidasi sebesar 83,99 juta dollar AS, naik dari capaian periode sama tahun sebelumnya senilai 79,57 juta dollar AS.
Penyumbang terbesar dari kenaikan pendapatan ini berasal dari sektor jasa pemindahan tanah dan pengambilan batu bara (overburden removal & coal getting) yang menyumbangkan 48,32 juta dollar AS, atau naik 15,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Posisi selanjutnya disusul oleh lini jasa pengangkutan batu bara (coal hauling) dengan kontribusi senilai 21,76 juta dollar AS.
Ahmad Zaki menyampaikan, melangkah ke paruh kedua 2026, pihak perusahaan merasa optimistis laju kinerja produksi dapat terus terakselerasi.
"Memasuki paruh kedua 2026, kami optimistis tren positif ini terus berlanjut seiring utilisasi armada alat berat yang prima dan disiplin efisiensi biaya guna mengamankan target pertumbuhan pendapatan hingga akhir tahun," pungkasnya.
Saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kami mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT