DKFT Siap Bagi Dividen Interim Rp30 per Saham, Total Rp169 Miliar

DKFT Siap Bagi Dividen Interim Rp30 per Saham, Total Rp169 Miliar
ILUSTRASI PT Central Omega Resources Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Central Omega Resources Tbk. (DKFT) menetapkan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp30 per saham. Mempertimbangkan jumlah saham beredar sebanyak 5,638 miliar lembar, total dana dividen yang disiapkan perseroan mencapai sekitar Rp169,14 miliar.

Keputusan pembagian dividen interim ini mengacu pada Surat Keputusan Direksi PT Central Omega Resources Tbk. No. 245/KEP-DIR/X/2026 tertanggal 1 September 2026. Langkah ini juga telah mengantongi persetujuan dari Dewan Komisaris perseroan.

Dividen interim Rp30 per saham bakal disalurkan kepada para pemegang saham yang namanya terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal pencatatan (recording date).

Adapun jadwal rinci pembagian dividen interim DKFT adalah sebagai berikut:

Pengumuman jadwal dividen interim: 3 September 2026

Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 11 September 2026

Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 14 September 2026

Cum dividen pasar tunai: 15 September 2026

Recording date: 15 September 2026

Ex dividen pasar tunai: 16 September 2026

Pembayaran dividen interim: 21 September 2026

Berdasarkan jadwal tersebut, investor yang mengincar dividen interim DKFT wajib mengapit saham perseroan hingga penutupan perdagangan 11 September 2026 untuk transaksi di pasar reguler dan negosiasi.

 Sedangkan untuk transaksi di pasar tunai, kepemilikan saham tercatat paling lambat pada 15 September 2026. Tanggal ex dividen masing-masing jatuh pada 14 September 2026 (pasar reguler & negosiasi) dan 16 September 2026 (pasar tunai).

Dengan modal saham beredar sebanyak 5,638 miliar lembar serta nilai Rp30 per saham, alokasi total dividen interim DKFT bernilai sekitar Rp169,14 miliar.

Dari segi fundamental, emiten tambang nikel ini mencatatkan kenaikan laba bersih sepanjang 2025 seiring peningkatan pendapatan hingga Rp1,58 triliun. Laporan keuangan per 31 Desember 2025 mencatat total penjualan DKFT mencapai Rp1,57 triliun, atau naik 7,87% dibandingkan capaian 2024 senilai Rp1,46 triliun.

Penyumbang penjualan tersebut didominasi oleh komoditas bijih nikel sebesar Rp1,52 triliun dan batu kapur sebesar Rp56,51 miliar. 

Jajaran pelanggan utama DKFT di antaranya PT Sino Indo Nickel (Rp637,94 miliar), PT Megah Surya Pertiwi (Rp352,7 miliar), PT Five Star General Resources (Rp124,67 miliar), PT Vantama Arja Sejahtera (Rp118,68 miliar), serta PT Longsen Metal Trading (Rp65,74 miliar).

Performa penjualan didukung volume produksi yang stabil di angka 2,92 juta ton, hanya terkoreksi tipis 0,78% dari 2,95 juta ton pada 2024. Sebaliknya, volume penjualan DKFT melonjak 16,6% dari 2,59 juta ton menjadi 3,03 juta ton.

Pada periode sama, beban pokok penjualan tercatat Rp1,2 triliun, beban penjualan Rp28,67 miliar, beban umum dan administrasi Rp52,9 miliar, serta beban pajak neto Rp54,54 miliar. 

DKFT pun mengantongi laba usaha Rp228,29 miliar dan laba tahun berjalan Rp274,46 miliar. EBITDA perseroan melesat 37,07% YoY menjadi Rp769,61 miliar, sementara laba bersih tumbuh 38,44% YoY menjadi Rp574,39 miliar dari sebelumnya Rp414,9 miliar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index