JAKARTA — Emiten Prajogo Pangestu PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) sedang menggelar negosiasi dengan pemegang saham PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) mengenai rencana pengambilalihan saham perusahaan tersebut.
Direktur Utama Petrindo Jaya Kreasi Michael menerangkan CUAN lewat anak usahanya, PT Kreasi Jasa Persada dan PT Petrosea Tbk., saat ini telah memegang secara langsung maupun tidak langsung 27,78% saham SINI.
"Pada tanggal pengumuman ini diterbitkan, CUAN (melalui entitas anaknya, PT Kreasi Jasa Persada dan PT Petrosea Tbk) telah memiliki, secara langsung maupun tidak langsung, sebesar 27,78% dari modal ditempatkan dan disetor SINI dan sedang melakukan negosiasi dengan pemegang saham SINI, untuk mendiskusikan antara lain, antara lain, kesepakatan mengenai mekanisme, harga, dan waktu penyelesaian yang diantisipasi untuk Rencana Pengambilalihan," kata Michael dalam keterbukaan informasi, Jumat (4/9/2026).
Dia menerangkan, negosiasi tersebut masih berjalan dan mencakup beberapa aspek transaksi, seperti mekanisme, harga, serta waktu penyelesaian rencana pengambilalihan.
Jika negosiasi berujung kesepakatan dan seluruh syarat maupun persetujuan yang dibutuhkan telah terpenuhi, CUAN lewat anak usahanya akan tampil sebagai pemegang saham terbesar SINI. Dengan posisi tersebut, CUAN juga berencana memegang kendali atas arah, kebijakan perusahaan, hingga manajemen SINI.
"Tunduk pada hasil negosiasi yang sedang dilakukan dan dipenuhinya seluruh persyaratan serta persetujuan yang diperlukan, diharapkan setelah penyelesaian Rencana Pengambilalihan, maka CUAN (melalui entitas anaknya) akan menjadi pemegang saham terbesar pada SINI dan sekaligus memiliki pengendalian terhadap arah dan kebijakan perusahaan serta manajemen SINI," ujar Michael.
Bidik Bisnis Tambang Terintegrasi
Rencana pengambilalihan SINI menjadi bagian dari langkah strategis CUAN dalam memperluas cakupan bisnis dan memperkokoh posisi grup di sektor pertambangan dan jasa pertambangan.
Manajemen CUAN menyampaikan aksi korporasi tersebut ditujukan untuk menambah portofolio aset grup, memperluas jaringan bisnis, serta menopang rencana pengembangan usaha jangka panjang perseroan. Tujuan itu beriringan dengan ambisi CUAN untuk membangun perusahaan pertambangan dan jasa pertambangan yang terintegrasi.
"Tujuan dari Rencana Pengambilalihan ini adalah antara lain, untuk menambah aset grup CUAN, memperluas jaringan usaha, serta sebagai bagian dari rencana pengembangan usaha jangka panjang grup CUAN untuk menjadi perusahaan pertambangan dan jasa pertambangan yang terintegrasi," tulis manajemen CUAN.
CUAN menegaskan seluruh proses pengambilalihan, termasuk dinamika negosiasi, bakal dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.
Sesuai aturan tersebut, bilamana rencana pengambilalihan rampung dan CUAN resmi menjadi pengendali baru SINI, perseroan atau entitas terkendali CUAN yang ditunjuk bakal menjalankan penawaran tender wajib terhadap saham SINI.
Bukan Kelanjutan Transaksi Lama
Manajemen CUAN turut menegaskan bahwa rencana pengambilalihan terbaru atas SINI berbeda dari transaksi yang sempat diumumkan sebelumnya.
Sebelumnya, CUAN pernah menyampaikan pengumuman negosiasi pada 29 Desember 2025. Namun, para pihak yang terlibat menyepakati untuk tidak melanjutkan pembahasan dan menghentikan proses transaksi tersebut.
CUAN menekankan rencana pengambilalihan yang diumumkan saat ini murni merupakan transaksi baru dan bukan sambungan dari transaksi terdahulu.