Integrasi Stasiun Karet-BNI City Ditargetkan Rampung 7 Bulan

Integrasi Stasiun Karet-BNI City Ditargetkan Rampung 7 Bulan
Stasiun Karet-BNI City [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (KAI) membidik penataan serta integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun Sudirman Baru atau BNI City bisa rampung secara bertahap dalam kurun waktu sekitar 7 bulan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa proyek penataan Stasiun Karet saat ini tengah berjalan. 

Untuk sementara waktu, area stasiun ditutup lantaran adanya pekerjaan pengerjaan pengembangan serta penataan.

"Satu bulan. Tapi nanti bertahap ketika yang sudah selesai pasti dibuka secara bertahap, diselesaikan dalam bertahap gitu teman-teman 1 sampai 7 bulan ke depan sehingga nanti kami bisa menggunakan fasilitas layanan terhubungnya Karet ke BNI City," ujar Anne saat konferensi pers di Stasiun BNI City, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Ia menjelaskan, integrasi Stasiun Karet dengan BNI City ditempuh guna mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang KRL sekaligus mendongkrak tingkat keamanan dan kenyamanan pengguna jasa.

Anne membeberkan, kondisi peron Stasiun Karet saat ini cenderung pendek serta posisinya berdekatan dengan perlintasan. 

Atas dasar itu, KAI memandang pembenahan infrastruktur perlu dieksekusi sejalan dengan transformasi layanan KRL yang disiapkan perseroan.

"Kami melihat pertumbuhan-pertumbuhan volume pelanggan ini harus didukung dengan prasarana dan infrastruktur yang baik, dan Karet itu peronnya kan pendek, dekat dengan perlintasan," kata dia.

Melalui skema integrasi tersebut, KAI bakal menghadirkan deretan sarana penghubung bagi penumpang yang bergerak dari area Karet ke BNI City. Fasilitas yang disiapkan mencakup travelator datar hingga travelator menuju area stasiun.

Di samping itu, KAI turut menyiapkan jalur pedestrian, kanopi selasar, serta eskalator yang diakses dari sisi Kendal.

"Sehingga walaupun kami jalan kaki dari arah Karet menuju stasiun ini (BNI City), itu kami bisa tetap memberi kenyamanan kepada pelanggan-pelanggan kami," jelasnya.

Anne juga menggarisbawahi bahwa penataan Stasiun Karet bukan berarti KAI menutup stasiun tersebut secara permanen. 

Ia meluruskan bahwa Stasiun Karet tetap menjadi bagian dari perlintasan perjalanan KRL, sedangkan aktivitas naik dan turun penumpang bakal diintegrasikan ke BNI City.

Kedepannya, Stasiun Karet tetap beroperasi sebagai pintu akses bagi para penumpang.

"Saya sangat menolak diksi bahwa Karet ditutup. Stasiun di KAI itu ada stasiun yang melayani angkutan pelanggan, ada stasiun yang melayani angkutan barang, ada stasiun yang hanya melayani perjalanan kereta, dan itu nanti Karet akan melayani perjalanan kereta," jelas Anne.

KAI pun akan merapikan area tersebut supaya terhubung mulus dengan moda transportasi lanjutan, termasuk memfasilitasi area khusus ojek dan drop zone.

"Jadi stasiun Karet akan difasilitasi area drop zone. Area drop zone dan juga kami menata untuk berjalan kaki. Sehingga stasiun Karet ini tetap aktif di dalam akses pelanggan. Tetap aktif melayani jalur KRL," katanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index