Naik Turun Kinerja Bumi Resources (BUMI) Selama 10 Tahun Terakhir

Naik Turun Kinerja Bumi Resources (BUMI) Selama 10 Tahun Terakhir
PT Bumi Resources Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA — Emiten besutan Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), mencatatkan dinamika pergerakan kinerja yang beragam dalam rentang 2015–2025. 

Perolehan pendapatan perseroan merangkak naik dari US$40,51 juta pada 2015 menjadi US$1,42 miliar pada 2025, sedangkan raihan laba bersih bergerak naik-turun dan sempat menorehkan rekor tertinggi US$525,27 juta pada 2022.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan tahunan BUMI, omzet perseroan sempat terkoreksi pada kurun 2015–2017 sebelum akhirnya melompat tajam pada 2018. 

Setelah fase tersebut, pendapatan kembali bergerak dinamis hingga memuncak ke posisi tertinggi sepanjang dekade itu pada 2022.

Pada 2015, BUMI mengantongi pendapatan sebesar US$40,51 juta, menyusut 34,59% bila disandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, perseroan menderita rugi bersih yang membengkak hingga US$1,93 miliar.

Memasuki 2016, omzet BUMI kembali tergerus 42,30% menjadi US$23,37 juta. Meski begitu, perseroan mampu membalikkan keadaan dengan mencetak laba bersih mencapai US$67,69 juta.

Pada 2017, pendapatan BUMI merosot lagi 25,70% ke level US$17,37 juta. Di sisi lain, capaian laba bersih justru melonjak drastis 451,39% menjadi US$373,25 juta.

Pendapatan Melonjak pada 2018

Loncatan performa yang signifikan mengemuka pada 2018. Omzet BUMI meroket hingga 6.302,04% dari semula US$17,37 juta pada 2017 menjadi US$1,11 miliar.

Akan tetapi, lonjakan pendapatan itu tak dibarengi oleh pertumbuhan laba bersih. Pada 2018, perolehan laba bersih BUMI dibukukan sebesar US$220,41 juta, tergerus 40,95% ketimbang capaian US$373,25 juta pada 2017.

Pada 2019, raihan pendapatan BUMI terbilang ajek dengan pertumbuhan tipis 0,07% menjadi US$1,11 miliar. Di lain sisi, laba bersih anjlok 96,90% hingga tersisa US$6,84 juta.

Pendapatan Menurun, BUMI Kembali Rugi pada 2020

Memasuki 2020, omzet BUMI terkikis 28,95% menjadi US$790,44 juta. Pada kurun yang sama, perseroan kembali membukukan rugi bersih senilai US$338,02 juta.

Rapor kinerja BUMI berangsur membaik pada 2021. Pendapatan terangkat 27,55% menjadi US$1,01 miliar, sementara perolehan laba bersih mampu menembus US$168,02 juta.

Kenaikan omzet terus berlanjut pada 2022. Pendapatan BUMI melompat 81,52% menjadi US$1,83 miliar, sekaligus memecahkan rekor tertinggi sepanjang rentang 2015–2025. 

Pada kurun waktu tersebut, laba bersih BUMI melesat hingga US$525,27 juta, menguat 212,63% dari tahun sebelumnya dan menjadi rekor rekapitilasi tertinggi pada dekade ini.

Pendapatan Menurun pada 2023 dan 2024

Selepas menyentuh puncak US$1,83 miliar pada 2022, pendapatan BUMI kembali terkoreksi pada 2023 sebesar 8,20% menjadi US$1,68 miliar. Laba bersih pada tahun itu ikut tergerus 97,92% menjadi US$10,92 juta.

Penyusutan omzet berlanjut pada 2024 sebesar 19,06% menjadi US$1,36 miliar. Namun demikian, laba bersih justru melonjak 517,74% menjadi US$67,48 juta.

Pada 2025, omzet BUMI kembali menguat 4,79% menjadi US$1,42 miliar. Perolehan laba bersih turut meningkat 20,06% menjadi US$81,01 juta.

Rekap Kinerja BUMI 10 Tahun Terakhir Semester I/2026

Memasuki semester I/2026, BUMI membukukan perolehan omzet US$866,75 juta, bertumbuh 27,85% bila dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Laba bersih BUMI turut terangkat 188,34% menjadi US$58,85 juta ketimbang semester I/2025.

Sepanjang kurun 2015–2025, perolehan omzet BUMI merambat dari US$40,51 juta hingga menyentuh US$1,42 miliar. Puncak pendapatan tertinggi dicapai pada 2022 yaitu sebesar US$1,83 miliar. 

Di lain pihak, raihan laba bersih BUMI memperlihatkan tren yang lebih fluktuatif. Perseroan sempat membukukan rugi bersih US$1,93 miliar pada 2015, sebelum memuncak pada rekor laba bersih tertinggi US$525,27 juta pada 2022. Memasuki 2025, perolehan laba bersih BUMI tercatat berada di level US$81,01 juta.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index