Telkom Akuisisi Digiserve, Bidik Kontribusi Enterprise Hingga 40 Persen

Telkom Akuisisi Digiserve, Bidik Kontribusi Enterprise Hingga 40 Persen
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) bakal mengambil alih seluruh modal ditempatkan dan disetor PT Digital Aplikasi Solusi (Digiserve) sebesar 100 persen, sebagai langkah strategis memperkokoh bisnis business to business (B2B) pada ranah information and communication technology (ICT).

Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine menyampaikan bahwa penguasaan saham secara menyeluruh ini bakal memperkuat integrasi Digiserve dalam segmen B2B ICT Telkom.

"Digiserve akan menjadi bagian dari segmen B2B ICT Telkom, sehingga pengendalian langsung ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan menghadirkan solusi ICT end-to-end yang lebih terintegrasi," ujar Vera dalam konferensi pers Public Expose Live 2026 di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Lini B2B ICT merupakan bagian dari portofolio bisnis enterprise Telkom. Vera menyebutkan bahwa porsi bisnis enterprise saat ini masih menyumbang di bawah 15 persen dari total pendapatan perseroan.

Oleh sebab itu, Vera menganggap sumbangsih tersebut belum maksimal dibanding potensi yang ada, terlebih dengan kian melesatnya kebutuhan pasar belakangan ini.

"Saat ini bisnis enterprise berkontribusi sekitar kurang dari 15 persen terhadap pendapatan Telkom. Kami melihat level ini adalah masih sub-optimal dan memiliki ruang pertumbuhan yang masih besar seiring dengan demand dari pasar yang terus meningkat," ujar Vera.

Di samping itu, Vera memaparkan bahwa porsi bisnis enterprise pada beberapa operator telekomunikasi tingkat dunia telah menyentuh kisaran 20 hingga 40 persen dari total pendapatan grup.

Baca juga: Telkom komitmen bagikan dividen 60-90 persen laba bersih tahun 2026 Baca juga: Telkom Perkuat Kolaborasi Pentahelix, Persiapkan Kedaulatan Digital di Universitas

Dengan begitu, torehan dari operator telekomunikasi global tersebut bakal dijadikan tolok ukur oleh Telkom dalam memperbesar skala bisnis B2B ICT ke depannya.

"Di sejumlah perusahaan telekomunikasi global, kontribusi bisnis enterprise telah mencapai 20-40 persen terhadap pendapatan total grup. Ini menjadi benchmark dan menunjukkan peluang bagi Telkom untuk terus meningkatkan skala B2B ICT secara bertahap sebagai salah satu sumber pertumbuhan revenue (pendapatan) ke depannya," ujar Vera.

Sebelumnya pada penyampaian resmi hari Rabu (02/09), pihak manajemen Digiserve mengungkapkan bahwa seluruh 100 persen saham Digiserve akan diambil alih Telkom dari pemilik saham saat ini, yaitu PT Multimedia Nusantara dan Trihono Edhie Laksono.

Sementara itu, proses pengambilalihan masih menunggu pemenuhan beberapa persetujuan internal dan korporasi yang sesuai anggaran dasar Digiserve maupun Telkom. Skema transaksi ini juga bergantung pada syarat-syarat dalam kesepakatan rencana akuisisi tersebut.

Sebagai catatan, Digiserve mulanya merupakan entitas hasil kerja sama (joint venture) Telkom bersama Telstra Corporation Limited dari Australia dengan entitas bernama Telkomtelstra.

Pada tahun 2021, Telkom Group membeli 49 persen porsi saham Telstra lewat PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra). Usai seluruh kepemilikan saham masuk ke dalam naungan Telkom Group, entitas tersebut berganti nama menjadi Digiserve by Telkom Indonesia.

Lewat skema akuisisi paling anyar ini, susunan kepemilikan saham bakal kembali disesuaikan dengan memosisikan Telkom sebagai pemegang saham utama yang mengendalikan Digiserve secara langsung.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index